Addy tidak pernah siap ketika Dean menciumnya, di sisi jalanan Paris yang ramai siang itu. Dean menangkup kedua sisi wajah Addy dan memperdalam ciumannya ketika merasa tidak ada respon apapun dari gadis itu. Tentu saja, Addy sendiri bingung harus membalasnya atau tidak karena dia masih terkejut. Hatinya tidak bisa berbohong, dia tahu apa yang dia inginkan. Namun, pikirannya menolak untuk membalas Dean, mengingat apa yang telah dilakukan pria itu enam tahun lalu padanya, tidak bisa membuat Addy terbuai hanya karena satu ciuman saja. Kali ini, pikiran dan logikanya yang menang. Addy mendorong Dean dan membuat Dean melepaskan ciumannya. "Ad?" Addy menggeleng. Dia menatap Dean dengan tidak percaya pria itu bisa melakukan sesuatu yang kurang ajar padanya. Iya, kurang ajar. "Kamu benar-benar

