Chapter 54

1265 Words

Addy tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Dean, pria itu, ada di depan wajahnya, dan sialnya, ada di satu apartemen yang sama dengannya. Ditambah lagi, kamar apartemennya tepat di atas apartemen Addy. Astaga, musibah apa lagi ini? Addy menghela napas. Pikirannya tidak bisa berjalan jernih dan dia tidak tahu harus melakukan apa. Jika dia harus berpura-pura untuk tidak mengetahui keberadaan Dean di sini, dia tidak bisa. Sekarang saja otaknya tidak bisa berpikir jernih hanya karena ia baru saja bertemu dengan pria itu. Lalu, bagaimana Addy harus bersikap kedepannya? Addy menghela napasnya. Kesal bukan main. Sepertinya, dia tidak akan bisa tidur tenang malam ini. Karena tidak tahu harus bercerita kepada siapa lagi, Addy menyambar ponselnya dan menelpon Adele. Butuh menunggu bebe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD