••• Vino menatapku nanar. Malam ini kami sepakat mau jalan-jalan. Sejak siang Vino udah prepare dan tampaknya dia sangat antusias. Ganteng sih...ck, masih gantengan Arik! Aku berdecak. Kenapa makhluk satu ini pengen nyaingin kegantengan Arik? "Gie...?" "I-iya...?" aku gelagapan. Ketauan deh aku melamun. "Suka candle light dinner-nya?" "Hm?" "Kamu suka makan malamnya?" "Oh...ya, ya gue suka. Makasih," Vino tersenyum, tangannya terulur dan meraih tanganku lalu digenggamnya. Somplak! Dia bilang mau ngajak jalan-jalan tapi malah makan malam gini. Bukan apa-apa, gue saltum!! M.A.L.U!!! "Kita harusnya disko aja di club bukan dinner kayak gini, Vin!!" kesalku. Vino terkekeh,"Aku suka kamu apa adanya," "Apa adanya... Rese lo! Malu tau," Iya, aku pakai jins ripped, kaos putih berga

