18. Seduces me

898 Words

*** Karena semalam, pagi ini pun akhirnya jadi terasa awkward. Canggung. Gimana nggak? Aku tiba-tiba menolak saat hasrat Vino udah diujung. Ternyata aku mendapatkan periodeku. Akh! 'Maaf Vino...' Jovanka mengernyit, begitu melihat wajahku. "Kenapa lo? Muka dilipet gitu, mana belum disetrika lagi heehe...." cetusnya. "Tau. Bete gue." sahutku. Jovanka kembali terkekeh. Dia menepuk bahuku. "Duh yang ngedate, gimana, gimana?" tanyanya antusias. "Gue hujan-hujanan. Gue udah inget, semua." jawabku. "Udah inget? Nggak amnesia lagi? Ohh...Gie! Gue seneng banget! Tau nggak?" dia meluk aku sambil jingkrak-jingkrak. "So?" matanya menatap. "Jadi lo inget Vino kan? Trus?" matanya menuntut. Aku melengos, sebelum kujawab Vino keburu muncul dengan muka bantalnya. Dia kayaknya kesal dan membua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD