7. Paralel

1263 Words

•• Cinta bukan soal angka dan logika.... Happy reading... •• Pulang lunch, Vino ngajak aku keliling. Padahal aku berencana kembali ke kantor. Kemana ini? Kok area pemakaman? Aku melirik ke arah Vino. Ada kabut sendu disana, dimatanya. Dia mengambil buket bunga di jok belakang. "Ayo turun," Walau penasaran, aku tetap tutup mulut. Aku berjalan mengikutinya. Aku jadi ingat Arik. Aku sudah lama tak mengunjunginya. Nantilah, sekalian mampir ke panti. Tiba-tiba Vino berhenti. Dia menyimpan buket bunga itu disebuah pusara. Vania.... Vania? Nama itu seolah familiar. "Van..., Gifta udah dateng." kata Vino. "Gifta? Itu kan namaku...? Vin, siapa dia?" Vino menatapku,"Kamu banyak berubah ya? Mulai pikun. Kamu lupa sama sahabatmu sendiri," Mataku membulat, mulut kututup dengan telapak ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD