“Babeh bang, sama emak” teriak Iwan heboh waktu kami tiba di tempat penjemputan emak dan babeh. Langsung bergeraklah Iwan mendahuluiku untuk menemui emak dan babeh, aku yang menyusul setelahnya lalu bang Andra. Yang lain menunggu di parkiran supaya tidak ribet, karena banyak sekali orang dengan tujuan sama seperti kami. “ASALAMUALAIKUM!!!!” jerit babeh tapi keburu Iwan peluk dengan kerinduan yang sama sepertiku saat memeluk emak. Entah seperti apa rasanya kalo kedua orang tua kami sudah tidak ada lagi. Di tinggal pergi naik haji aja, rasanya kangen sekali, sampai luber luber rasanya. Jadi wajar aku dan Iwan sampai menangis saat gantian memeluk emak dan babeh sampai lupa mencium tangan mereka. “Ini ngapa pada mewek, gak senang apa babeh sama emak pulang?” ejek babeh dan buat aku dan Iwa

