“Ayo dah duduk dulu Dis, Dit” kataku mempersilahkan Gladis dan suaminya untuk bergabung duduk dulu setelah aku persilahkan. Untuk apa lagi kalo bukan mencegah Ben lebih mendekat pada Puput putri Radit dan Gladis. Eh malah Ben dengan santainya membantu Puput duduk untuk membuka sepatunya. Ampun anakku, masih kecil banget tapi tau aja yang mana anak gadis keceh dan bening banget. Aku soalnya setuju Ben bilang Puput itu keceh. Gimana gak keceh, kalo blasteran macam Gladis mamanya. Mata Puput aja hijau cantik sekali. Udah gitu di biarkan lagi oleh Radit dan Gladis dengan ikut mengekor istriku untuk bergabung dengan yang lain, yang tentunya Gladis dan Radit kenal juga. Meninggalkan aku yang terpaksa melihat dan mengawasi kelakuan putraku yang mauan menunggu Puput buka sepatu lalu menaruhnya di

