Dan karena aku tidak tau kalo si perawan keceh ternyata datang ke kantorku dan bermaksud menemuiku, jadi aku menurut saja pada apa yang di atur mpoku. Di suruh makan dulu di kantin rumah sakit ya makan dulu sambil menunggu dokter untuk memeriksaku. “Mpo anak anak elo siapa yang jemput sekolah?” tanyaku mencari obrolan dengan mpo Ocha. Bukan apa. Males juga di mandori makan oleh mpoku yang kalo khawatir suka berlebihan sekali. Ya bagus sih, tanda dia sayang sekali juga pada orang yang dia khawatirkan. “Gak usah elo pikirin. Anak anak gue pulang sekolah di jemput sama Cley, sekalian jemput anaknya. Paling gue nanti jemput di rumahnya” jawabnya. Aku mengangguk. “Udah makan yang banyak” tegurnya padaku. “Mpo gak makan?” tanyaku lagi sambil mulai makan lagi. “Gue abis masak, pasti sekali

