Malam harinya, setelah kejadian dengan Rio sore tadi, Vino jadi semakin was-was. Vino tak mau meninggalkan Irene sendirian bahkan untuk sedetik pun. Irene hanya milik Vino seorang, tak ada yang boleh menyentuhnya lagi. "Kamu benar tidak apa-apa kan?" tanya Vino khawatir. Irene tersenyum tipis, "Iya. Untung kamu tidak jadi lembur .." "Mau apa laki-laki sinting itu kemari?" tanya Vino sinis. Irene menghela napas, "Tadi Rio cerita katanya dia bukan ayah dari anak yang sedang dikandung Nina sekarang .. Tapi aku agak ragu, karena yang melakukan tes DNA nya Dokter Gunawan. Yang waktu itu ikut bantu rawat ibunya Rio di ICU, saat kita masih SMA. Kamu ingat?" Vino mengernyitkan dahinya, "Gunawan yang rambutnya sudah hampir putih semua? Yang pakai kacamata kan?" Irene hanya mengangguk. "Mema

