Rio memperhatikan kertas yang ada di genggaman tangannya dengan tatapan begitu datar. Bibirnya seolah-olah terkunci, tak mampu berkata-kata lagi. Pantas saja waktu itu Keara sempat bercerita di telepon kalau ayahnya membeli champagne dan menyuruh ibu memasak steak ikan salmon lengkap dengan telur caviar. Ternyata itu semua semata-mata dilakukan ayahnya untuk merayakan keberhasilannya dalam merusak hubungannya dengan Nina. Oh, betapa teganya ayah. Rio sampai tak habis pikir dibuatnya. Rio menerima dan membaca hasil tes DNA yang diberikan Keara dengan hati teriris. Marah, kecewa, geram, sedih, semua begitu bercampur aduk dalam hatinya. Sementara Nina, sama sekali tak bisa berbuat banyak selain terus mencoba menenangkan hati suami sirinya itu. "Sabar, Rio ..," lirih Nina. Rio menatap Nina

