Chapter 15 - Malam Pertama

2709 Words

Rio duduk sendirian di sebuah restoran dengan perasaan begitu cemas. Kakinya terus bergerak, nampak gelisah dan khawatir. Raganya ada di restoran tersebut, tapi pikirannya sedang melayang entah ke mana. Ya, apalagi yang dipikirkan Rio kalau bukan soal pernikahannya? Setelah duduk menunggu sendirian sambil minum segelas es teh manis yang esnya sudah mencair semua itu, akhirnya yang Rio tunggu-tunggu datang juga. Ya , hari ini Rio memiliki janji untuk bertemu dengan Irene. Rio yang sekarang sudah jauh berbeda dengan Rio yang dulu. Tak ada lagi Rio yang berdebar-debar hatinya saat melihat paras cantik Irene. Yang tersisa sekarang hanyalah rasa cemas dan takut akan apa yang Rio hadapi setelahnya: perjodohan dan pernikahan paksanya. Tanpa basa-basi, Rio langsung angkat bicara begitu melihat I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD