Setelah menghabiskan satu malam hanya dengan b******u dan bercintaa, Rio dan Irene menjadi tak terpisahkan. Bagaikan ditelan bumi, keduanya hilang, tak ada kabar sampai hampir seminggu. Tidak hanya hilang dari hadapan keluarga masing-masing, tapi juga dari hadapan Vino dan Nina .. Entah apa yang ada dalam pikiran Rio. Mungkinkah Rio sudah melupakan janjinya pada Nina? Layaknya kecanduan, dirinya selalu menginginkan tubuh Irene sekarang. Semakin Rio menolak, maka hasrat itu muncul semakin besar. Seperti sekarang, Rio bahkan tak berhenti menciumi leher mulus Irene. Padahal istrinya itu sedang sibuk masak di dapur. "Jangan, Rio .. Bahaya, aku sedang masak. Nanti kebakaran," kata Irene cemas. Rio tersenyum dan malah semakin mengeratkan pelukannya di perut rata Irene, "Kalau kebakaran, aku b

