Chapter 17 - Cinta Terlarang

2415 Words

Langit mendung. Hujan gerimis tak henti-hentinya mengguyur Pulau Dewata sejak pagi, seolah-olah matahari enggan datang menghampiri hari ini. Mendungnya langit mungkin tak seberapa jika dibandingkan dengan perasaan Irene. Sudah sejak dari pagi hatinya gelisah, perasaannya seolah-olah mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk. Ada firasat buruk yang mendiami pikiran Irene semenjak tadi pagi .. dan firasat itu datangnya tentang Vino. Tiba-tiba, tangan Rio melingkari pinggang ramping Irene saat dirinya sedang berdiri sendirian di balkon sambil menatapi jalanan beraspal yang basah karena hujan. Rio memeluk erat tubuh Irene dari belakang lalu meletakkan dagu tirusnya di pundak sempit Irene. "Lagi mikirin apa?" tanya Rio hangat. Irene menggeleng. "Tidak sedang mikirin apa-apa," bohongny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD