"Vania belum pulang, Ayah." Sebetulnya Anna tidak terlalu khawatir dengan keterlambatan Vania yang baru setengah jam dari biasanya. Hanya saja, karena mengetahui ada sesuatu antara Devan dengan Vania, Anna jadi merasa takut Devan marah kalau tau Vania pulang dengan pria lain bukan dengan dirinya. Burhan yang baru saja datang, berdiri di dekat Anna kembali bertanya keberadaan putrinya. "Memangnya dia ke mana?" "Bunda ng-nggak tau, Ayah," jawabnya terbata-bata sambil melirik ke arah Devan. "Jam berapa ini?" Burhan melirik jam di atas dinding, dan waktu menunjukkan pukul tiga sore. "Biasanya Vania pulang jam berapa, Dev?" tanya Burhan yang tidak tahu kepada Devan yang tidak tau apa-apa. "Seharusnya dia sudah pulang jam dua tadi." Devan menjawab sambil menunduk kebingungan, menyembunyika

