“Aku mencoba kembali membangun tanpa bayang-bayangmu,” -Rona Mentari Rona menatap deretan gedung-gedung dari Toyota Camry merah milik Bianca dengan tak fokus. Beberapa kali, dia menghembuskan napas dalam sembari memainkan jemarinya yang salin bertaut di atas paha. Masih memikirkan ucapan mamanya tentang arti memaafkan yang harus dia ambil. Dia memang tak bisa terus menyimpan dendam. Dadanya terasa begitu sesak dengan dendam yang terus terkekang di sana. Di sisi lain, Bianca menyetir dalam diam. Sesekali menatap ke arah kakak perempuan seayahnya yang terus melamun. Tau apa yang kakaknya pikirkan sekarang. Kejadian yang terjadi di pulau tak berpenghuni itu meninggalkan kesan yang tak biasa untuk kakaknya. Walaupun kejadian itu sudah lebih dari dua minggu, kakaknya masih belum bisa sed

