Tak ada kata lain yang bisa kuucapkan, selain kata maaf karena telah begitu melukai perasaanmu,” - Bintang Timur Bintang duduk di sofa panjang apartemen milik salah satu teman satu kampusnya, setelah melihat langsung mega proyek yang sedang dikerjakan biro Arsiterk tempatnya magang. Tubuhnya remuk setelah beraktivitas seharian, namun dia tetap tak bisa beristirahat. Pikirannya berkecamuk. Bayangan dia meninggalkan Rona di jalan lintas kota terus mengisi pikirannya. Sudah lebih dari tiga bulan, Bintang tidak bertemu dengan Rona. Gadis itu bagaikan hilang di telan bumi. Satu-satunya kabar yang dia terima hanyalah saat ada pria tampan dengan wajah blasteran yang datang ke kampus dan mengurus semua kepindahan Rona. “kita jadi ke pub atau kamu mau tetap ngelamunin mantan pacar kamu i

