“Mas, apa kabar? Sedih melihatmu seperti ini,” lirih Nilam menyeka airmatanya. “Saya mencarimu kemana-mana, Mas, saya ke kantormu, saya menanyakanmu ke semua orang dan tidak ada yang tahu kamu kemana. Bahkan kata sekretarismu, kamu sudah beberapa hari tidak ke kantor. Rasanya saya kehilangan arah, saya kehilangan hidup saya, saya terus berdoa pada Allah, agar mempertemukan saya dengan kamu, Mas. Dan, itu lah akhirnya saya di sini duduk disamping kamu.” Nilam terus berbicara sejak tadi, tak ada yang tahu nanti King mendengar apa yang ia katakan atau tidak, dan itu juga bisa memacu otaknya untuk mengingat kenangan mereka. Walau tak ada kenangan yang benar-benar bisa dikenang. “Mas, Reno Reni pasti senang karena saya sudah bertemu dengan Papa mereka,” sambung Nilam. “Kamu rindu kan mas, sam

