Bab 63. Di Izinkan

1022 Words

Beberapa hari telah berlalu, Nilam lebih banyak menghabiskan waktu di kamar daripada bercerita seperti biasanya dengan sang Mama, Diana mulai khawatir dan sedih, karena Nilam menutup akses untuk berbicara. Nilam akan keluar dari kamarnya jika mau bertemu si kembar, setelah itu ia kembali ke kamar lagi dan menghabiskan waktunya di sana. Sesekali juga Diana sering mendapati Nilam menangis. Nilam hanya ingin pergi menemui suaminya, apa itu salah? Apa itu tidak boleh? Yang akan ia temui adalah suaminya, apa pun alasannya … Nilam tetap berhak menemui King. Diana menghampiri Handoko yang saat ini tengah di ruang kerjanya. Handoko mendongak dan melihat istrinya. “Ada apa, Ma?” “Pa, sepertinya kita harus mengambil keputusan,” kata Diana duduk dihadapan suaminya. “Keputusan apa?” “Biarkan Qu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD