CHAPTER #49 EMPAT PULUH SEMBILAN “Bagaimana semuanya sudah siap, Ros?” “Sudah mas, tinggal undangan tetangga saja yang belum disebar. Kata Dudung, besok saja, pagi-pagi.” Jawab Rostina yang sibuk menulis nama anak tetangga yang akan diundang pada ulang tahun Hans. “Mamah sudah telepon, belum?” “Belum. Tapi dia kan tidur disini, mas. Kamarnya sudah saya beresin tadi bareng Narti. Hanya rumah Papah yang belum saya cek.” “Itu besok saja. Kita kesana setelah semuanya beres disini, yah. Lagi pula belum ada kabar jadi atau nggaknya mereka datang kesini.” Ada nada kecewa dalam suaranya Nio. “Belum saja, kali mas. Mereka berdua kan bekerja juga seperti kita.” Nio menghela nafas. Rostina men

