POV ARYAN Kali ini, Mama tampak dilema setelah mengetahui kenyataan jika gadis yang dijodohkan denganku tak lain adalah pujaan hati anak keduanya. Aku memilih pasif tentang apa tanggapan yang akan Mama berikan setelah mengetahui kenyataan itu. Sambil berharap Mama berubah pikiran tentunya. "Tapi, Dim, Mama kok ngerasanya Sandra cocoknya sama Mas Aryan, ya?" Mama menggigit bibir seraya mengelus pundak anak keduanya dengan lembut. Perlakuan Mama pada Dimas kali ini sudah seperti memperlakukan guci mahal seharga ratusan juta yang tak boleh sampai pecah. Eh, tunggu! Aku membulatkan kedua bola mata. Apa Mama bilang tadi? Sandra kelihatan cocok denganku? Apa maksud Mama … mukaku ini kampungan? Seperti Sandra? Sehingga Mama bisa menilai aku sangat cocok dengannya? Sialan! Kali ini, aku tak

