Pamer?

1755 Words

Air mataku meleleh mendengar pengakuan Mas Aryan. Bukankah ini kejam? Bukankah ini tak adil dan menyakitkan? Dadaku bergemuruh hebat saat menyadari kalau suamiku memang tak berharap menjalani pernikahan ini untuk waktu yang lama. Apa yang ada dalam pikirannya rupanya tak sama dengan yang kuangankan. Ya Allah, ternyata selama ini aku sudah salah menduga. Rupanya aku telah salah, karena membumbungkan harapan terlalu tinggi padanya. Aku … hancur. Seluruh tubuhku mendadak lemas saat menyadari cintaku ternyata masih bertepuk sebelah tangan hingga kini. "Kamu jahat!" Aku berucap sengit saat Mas Aryan mulai mendekatiku lagi, yang kini aku tahu aksinya cuma sekedar untuk melampiaskan hawa nafsunya. Tanpa ada sedikit pun cinta di hatinya untukku. Tak ada. "Jahat kenapa, Sandra?" Mas Aryan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD