Tanpa mengacuhkan keberadaan Farel, Mas Aryan menarik tanganku masuk ke dalam gerai pakaian muslimah yang memang ingin aku sambangi. Aku memilih beberapa gamis dan rok panjang serta jilbab lebar sore ini. Mulai hari ini, aku bertekad untuk memperbaiki diri secara perlahan. Aku ingin mengabdi dan berusaha menjadi istri yang baik untuk suamiku. Lelaki yang telah menghalalkanku dan mengambil tanggung jawab atas diriku dari bapakku. "Mau mampir makan dulu nggak?" Mas Aryan menawariku makan sebelum pulang. "Terserah Mamas aja." Spontan, aku menutup mulut menggunakan telapak tangan kanan saat menyadari lagi-lagi memanggilnya mamas. Mas Aryan yang menenteng beberapa tote bag kertas menuju tempat parkir, hanya geleng kepala melihatku yang salah tingkah. "Ya, udah, kita mampir beli mie ayam aja

