Posesif

1566 Words

"Dasar cewek nggak tahu malu. Kacang lupa kulitnya! Sekarang, mentang-mentang udah jadi istri lelaki kaya kamu jadi bangga dan besar kepala? Iya?" Olok Desti dengan nada ketus. Bahkan, gadis itu sampai berdiri saat melempar olok-olokan pedas itu padaku. Bahuku berguncang menahan agar air mata yang sedari tadi mati-matian aku pertahankan jangan sampai luruh. "Apa ini ribut-ribut?" Farel yang baru memasuki kelas, menghadirkan perbedaan situasi. Membuat Desti yang semula tengah berdiri dengan emosi meledak-ledak, terdiam dan memilih untuk duduk. Suasana hening menjeda untuk sesaat. Akhirnya, aku memaksakan diri untuk duduk meski dengan perasaan hampa. Tak mau melayani si julid Desti lebih lama. Karena ucapannya selalu saja terdengar menusuk. Melukai sampai ke dasar hati. Meski berusaha teg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD