NEW THE MOST WANTED

1633 Words
Menghela napas panjang, sedikit membuat Angelo, rasa aneh di dadanya mereda, feeling sudah tidak enak semenjak kemarin siang, saat menemukan ratus orang memention user name ignya di i********: resmi kampus. Postingan yang mampu membuat gempar semua warga kampus, lebih tepatnya. tidak ada yang menyangka jika Angelo menjadi the most wanted tahun ini, padahal gelar itu sudah di pegang Kenandra selam tiga tahun berturut-turut. Angelo menghela napas gusar, ketika ia tidak ingin menjadi terkenal, malah sekarang menjadi sosok yang akan di buru oleh kaum wanita. setelah memarkirkan motor kesayangannya di tempat biasa, Angelo segara mempercepat langkahnya, ia sudah terlambat masuk kelas, "Wih katanya anak beasiswa, tuh lihat motor bisa beli empat motor matic yang baru ." Angelo menghentikan langkah kakinya, ia membalikan badan menatap satu persatu anggota genk Kenandra. "Udah sesepuh kampus, lo tetap bego ya." Angelo menggelengkan kepala, kilatan mata Angelo membuat sebagian anak buah Kenandra memalingkan wajah, Angelo lawan yang seimbang untuk bos mereka, bahkan tatapan matanya saja sudah lebih menyeramkan dari Kenandra. "Gue kasih tau ya, seenggak gue pinter, gue ngandelin ini." Angelo menunjuk kepalanya sendiri, "gue nih Cerdas, nggak kayak lo sama ketua lo yang cuma pinter ngibulin ortu." Angelo tertawa, "satu lagi sebagai most wanted tahun ini, gue berhak berbuat sesuka hati gue-- no no lo yang di belakang, nggak bisa protes, itu aturan yang Kenandra buat bukan? sorry kali ini gue yang menang," ucap Angelo dingin, lalu meninggalkan kumpulan pengikut Kenandra. ..... "Kamu bawa pesanan saya kan?" Angela hampir saja melempar ganggang telpon yang di pegangannya, suara bosnya itu hampir membuatnya jantungan, "please pak, saya baru juga datang, pak Gata nggak tau saya telat." "kamu telat itu bukan urusan saya, bekal makan siang saya mana? saya mau makan sekarang," kerutan sangat nampak di kening Angela bukannya nih masih pagi, kenapa pak Gata ingin makan siang, bosnya mungkin baru bangun juga sepertinya, " Aduh pak, ini masih pagi, pak Gata udah mau makan siang aja--" tawa Angela begitu nyaring, membuat Gata menghela napas berat, "SAYA BELUM SARAPAN, Njel, titip sama Fini bekalnya." tut tut tut tuut, Angela terdiam, eeh tunggu bukan jadwal pak bosnya begitu sibuk, setelah rapat rutin dengan para direksi, jadwal selanjutnya adalah rapat dengan investor dan pimpinan kepala kantor cabang yang lain, kata mbak Sami itu bisa sampai malam, dan mungkin pak Gata tidak akan kembali lagi ke Kantor, duh Angela kok lupa sih, "bodoh," angela meruntuki diri, sudah terlanjur. "Kamu kenapa Njel? memukul-mukul kepala." Angela meringis, lalu menggelengkan kepala, "nggak apa kok mbak, pak Fini nitip ya buat pak gata." Angela menyerahkan tas bekal makan siangnya, Fini menerimanya dengan senang hati, kemudian langsung masuk ke dalam ruangan Mangata, Angela tersenyum, tanpa menyadari tatapan Sami, "kamu ada apa dengan pak Gata?" pertanyaan Sami membuat jantung Angela berdebar, kenapa ia bego sih, ada Sami di sebelahnya, Angela tersenyum pongah, tangganya bertautan, lalu mencondongkan tubuhnya berbisik pada Sami, "Bisnis mbak, setengah makan siang Angel, Angel jual sama pak Gata, katanya ia sering skip sarapan atau nggak makan siang, jadi ya uang jajan Angel nambah mbak, hehehe--" Sami mengangguk, "ada-ada aja kamu ya, mama kamu tau?" Angela menggelengkan kepala, "nggaklah mbak, mama tau ribet urusannya." Angela terkekeh, lalu kembali duduk di kursinya, kembali melanjutkan pekerjaannya, setidaknya ia menjawab pertanyaan Sami dengan masuk akal. "eh Angelo jadi The most Wanted tahun ini ya?" Angela menoleh kearah Sami, wanita itu menyodorkan ponselnya, setelah melihat postingan kampus Angelo, Angela hanya mengangguk singkat, tidak ingin berkomentar lebih, bukan karena iri, namun adiknya itu kemarin mengeluh kenapa bisa dia terpilih menjadi most wanted padahal gelar itu udah jadi milik Kenandra 3 tahun berturut-turut. "Cocokan Angelo jadi most wanted sih, Ken terlalu berandalan, dan suka ngatur-ngatur," Angela mengerutkan dahinya, di mana Sami kenal Kenandra? "Kok mbak bisa tau Ken suka ngatur-ngatur sih?" "Kata pak Fini, Njel. Anaknya dia kan jadi satu genk sama Ken, dan kalau ada masalah juga yang selesain tuh Pak Gata. Depan pak Teja dia tuh baik banget." Angela terdiam, kata Angelo, Kenandra pasti tidak akan terima dengan kekalahan ini, apalagi dari sebagian komentar di postingan tadi, kebanyakan menghujat Kenandra tidak peduli itu cucu pemilik kampus. Jadi Angela bisa memanfaatkan pak Bos Gata, ia bisa mengajukan syarat jika perjodohan ini ingin berjalana lancar, pak bos, harus melindungi calon anak sambungnya, dari amukan Kenandra, good idea. "Mbak Sami, pak gata bakalan balik lagi nggak?" Sami menggelengkan kepalanya, "Nggak Njel, tapi kita ada jadwal makan malam sama pak Gata." kening Angela mengerut, "maksudnya apa mbak?" "Jadi setiap tiga bulan sekali, pak Gata emang ngajak kita, para sekretarisnya untuk makan malam atau nggak makan siang bareng gitu, ya emang udah jadi rutinitas pak Gata sih, dari dulu. Makanya banyak pegawai ngincar posisi ini." Angela menganggukkan kepala, sekarang ia tahu kenapa banyak yang memusuhinya. Angela sedikit meregangkan otot-ototnya, sinar matahari sore mulai masuk melalui jendela yang di buka Sami, sebelum wanita itu pergi membersihkan diri. Dering ponselnya mengalihkan perhatian Angela, segera ia menjawab panggilan dari mama. "Halo mama--" Angela berseru senang, akhirnya mama menghubunginya setelah tadi ia menelpon hampir 5 kali. "mama, angela mau pergi makan sama pak Gata, pak Fini dan mbak Sami juga." belum sempat mamanya berbicara Angela sudah lebih dulu menyela, ia terlalu bersemangat, apalagi mamanya hari ini lembur karena harus merevisi beberapa naskah. "Njel apakah itu wajib? kamu bisa makan bareng mama di rumah." Angela mengerutkan dahinya, suara mamanya juga terdengar sedikit aneh, "mama sakit? Angela nggak usak ikut kalau gitu." "mama nggak sakit Njel, ya udah kamu boleh pergi, ingat oleh-oleh buat mama, Angelo juga mau pergi cari buku, kerjaan mama juga masih banyak, mama harus lembur, dikejar deadline." tawa mama dari sembarang sana juga terdengar agak dibuat-buat, ada yang tidak beres dengan mama. "Okay ma, nanti Angela bakal beli mama sushi." Angela menutup panggilan dari mamanya, setelah di berikan beberapa petuah oleh mamanya. "Njel mandi dulu gih, kamu bawa pakaian ganti kan?" Sami tiba-tiba datang mengagetkan Angela, wanita itu sudah berpenampilan on points, dengan flare dress berwarna maroon di padukan dengan ankle strap heels, Sami terlihat begitu cantik, Angela jadi agak minder, tadi ia meminta asal kepada pegawai mamanya, dan ia juga tidak membuka bungkusan yang dikirim via grab send. ... "Mbak Sami bisa jamin motornya nggak bakal hilang?" Sami terkekeh mendengar pertanyaan yang sama semenjak tadi ia memutuskan untuk ikut sopir kantor yang lewat dengan mall yang mereka tuju. "Bisa di jamin hilang--" mata Angela melotot, Sami tertawa pelan, "Ya Tuhan Angela, motornya nggak akan hilang, bisa di jamin," Angela menganggukkan kepalanya, ia takut motor itu bukan miliknya, kalau hilang ia tidak punya uang untuk menggantinya. "Kita makan di mana mbak?" Setelah mendapatkan kabar mendadak dari pak Fini, kalau tempatnya di ganti oleh pak Gata seenak jidat, dasar bos, padahal Angela udah berandai-andai akan makan di restauran bintang 5 di kota ini, malah di suruh datang ke PI. "Nanti kamu bakalan tau kok, setidaknya hari ini tidak keluar uang untuk makan malam." Angela memperhatikan penampilannya, untung pegawai mama memberikannya dress vintage motif floral berwarna maroon, bahkan Sami berteriak senang karena warna pakaian mereka sama. "Angela?" Langkah Angela terhenti, ia membalikan tubuhnya lalu berteriak senang, membuat pengunjung lain menatapnya, "Lo di sini? Kenapa kebetulan!" Angela memeluk Angelo senang, ia selalu senang jika bertemu tidak sengaja dengan adik kembarnya itu, "Please Njel lepas, malu." Angela malah tertawa tanpa melepaskan pelukannya. Angelo hanya menghela napas berat, orang-orang menatap dengan berbagai tatapan, Angela tidak mirip sebagai saudara untuknya, apalagi tinggi mereka agak berbeda jauh. "Angela." Seseorang memanggil Angela dan panggilan itu membuat saudarinya melepaskan Angelo, Angelo mendesah lega, setelah beberapa menit berada di dalam kungkungan kakaknya itu. "Pak Gata," seru Angela membuat Angelo membalikan tubuhnya, tubuhnya menegang menatap sosok pria yang mengenakan setelan jas yang nampak begitu mewah, berbeda dengannya. "Kamu sama siapa?" Pertanyaan itu membuat Angelo tersadar, pria itu menatapnya tajam, ada yang salah dengan dirinya? Seharusnya ia menatap benci dengan pria itu, pria yang mirip dengan Kenandra, orang yang hampir membuatnya celaka siang tadi. Angela tersenyum lebar, menatap Pak Gata. "Kenalin pak, a--" "Pacar kamu?" Angela menggelengkan kepalanya, kenapa bisa bosnya malah menebak Angelo itu pacarnya. "Bukan pacar pak, kami cuma beda 15 menit," seru Angela, bosnya terdiam cukup lama. "Kok bisa sih kamu dapet pacar tanggal lahir kalian bareng, beda 15 menit lagi." Mangata tertawa sendiri, Angela melirik Angelo dan Sami, Sami malah menutup bibirnya dengan tangan, Angela tahu wanita itu mencoba tetap elegan, tapi melihat kebodohan atasannya mungkin hal lucu. "Pak Gata, maksud saya Angelo itu adik saya, tepatnya kembaran saya," ucap Angela berapi-api, ia bersumpah sangat gregetan atasannya. Reaksi berbeda berasal dari Mangata, Angelo menaikan sebelah alisnya saat melihat bos Angela malah lebih terkejut setelah mendengar pengakuan kakaknya, apa pria itu tidak percaya kalau ia kembaran Angela? Apakah gara-gara ia agak lebih tinggi dari saudarinya itu? Itu pasti ia. "Kamu kembar? Maksud saya kamu punya kembaran?" Pertanyaan itu di lontarkan bos Angela setelah lama mereka menjadi tontonan orang-orang yang berlalu lalang. "Iya lah pak, ni Angelo, mirip Kenandra kan?" Angelo menatap pria itu, lalu tersenyum kecil. "Kata orang saya mirip Kenandra, sepertinya mereka salah." Angelo mengulurkan tangannya, "Kamu, The Most Wanted tahun ini kan?" Angelo menganggukan kepalanya. "Iya, gara-gara gelar itu keponakan Anda ingin membuat saya celaka, rantai motor saya dibuat kendor dan remnya sengaja di sabotase, dan saya punya video di sini." Angelo menunjukan video cctv yang ia dapatkan dengan susah payah, meskipun harus menyogok penjaga dan kabar buruknya hampir 25% tabungan terbuang sia-sia, untuk membayar penjaga itu. "Angelo--" Angela menarik-narik lengan kemejanya, Angela merasa tidak enak dengan sang Bos, ia tahu ini bukan kapasitas Mangata, raut wajah pria itu juga tiba-tiba berubah pucat, ia takut Mangata membatalkan acara makan ini, ia sudah lapar. "Saya meminta maaf atas kelakuan dari Kenandra, lebih baik kita makan malam dulu," ujar Mangata, ini lebih baik, apalagi kondisinya saat ini masih syok setelah menerima kabar yang mengejutkan, dia punya dua anak bukan satu. TBC.. Kalau alurnya mohon di komen. See you
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD