“Pak, sebenarnya takut apa, sih, tadi di kamar mandi umum?” Mereka berjalan menelusuri tempat yang bagi Karina kenangan masa kecil, tetapi masih sangat asing bagi Reyhan. Dari kejadian tadi sampai sekarang, belum ada jawaban apapun dari Reyhan. Entah itu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan apa alasan Reyhan sangat ketakutan, tetap saja masih bungkam. “Pak, kita duduk di sana yuk, kursi itu sering banget aku duduki masa remaja dulu,” ucap Karina. Reyhan pun langsung mengangguk setuju tanpa penolakan sama sekali, Karina sampai terheran-heran melihat sosok Reyhan yang berubah. “Gimana? Sejuk, kan, udara di sini?” “Hmm.” “Sebenarnya ... Bapak kenapa? Udah siap cerita?” “Kamu tahu? Itu pertama kalinya saya mandi di kamar mandi umum, apalagi seorang diri.” “Ya, memangnya mandi

