"Ini cowok apaan sih?"omel Leony yang duduk di jok kursi keduanya
"Kenapa anak mama?"tanya mamanya hangat dengan menoleh ke belakang
"Ini tadi aku dapat kenalan dari grup online. Cowok gitu Mam. Kayaknya salah kirim pesan dan ajak kenalan"
"Terus kamu iyakan?"
"Kurang lebih gitu sih. Direspon sih cuma apaan gitu"
"Oh"
"Asik nih anak papa ada gebetan baru"
"Cuma orangnya aneh gitu"
"Kenalan aja dulu"kata Mamanya
Lelaki itu masih mengirimkannya pesan. Namun Leony hanya membaca dan tak membalasnya.
"Besok aja dibalasnya kali ya"
Leony merasa lelah dan cukup mager dengan pria yang tak jelas asal usulnya.
Leony dan keluarganya berada dalam satu mobil yang sama. Kemudian mereka pun tiba didepan halaman rumahnya. Satu persatu mulai turun dari kendaraannya.
Leony membawa ponsel lengkap dengan charge yang ada. Dia mengambil kabel untuk menancapkan diponsel yang memang dipakai hanya untuk mendengarkan lagu-lagu saja.
"Suaranya cukup besar"
Sesudahnya Leony mendengarkan lagu yang diputar. Dia nampak cuek dengan pria yang baru saja dikenalnya. Setelah itu Leony mengikuti acara live streaming yang diadakan secara online. Biasanya hari minggu malam ada seorang penyanyi yang baru saja mengeluarkan album terbarunya dengan sentuhan bahasa korea didalamnya.
"Mam, Mario udah mau mulai nih"panggil Leony
"Cepat sekali. Sebentar lagi Mama datang ya nanggung banget lagi masak"
"Siap"
Leony suka mengikuti acaranya yang dilakukan hari minggu dengan baik secara offline pada sebuah gedung meski Ia hanya menonton Mario diatas panggung secara online saja baik Mario memegang microphone untuk memperagakan drama mini atau pun open microphone untuk funny speak.
"Wah, si ganteng Mario akan muncul pasti nih"gumam Leony senang
"Mama ikut mau nonton Mario juga"
"Kalau habis nonton dia itu feel joyful gitu and happy!"ungkap Leony
"Bagus dong"sahut Mamanya
Mario adalah seorang pria yang memiliki paras tampan, kulit putih yang mulus, bibir merah dan suaranya merdu, badannya bagus, tipe pria yang tak memandang wanita dari segi fisik dan menerima apa adanya.
Semua yang ada padanya hampir mendekati kata sempurna. Hal paling diluar nalar adalah dia memiliki banyak fans wanita. Perempuan dari jenis suku apapun pasti menyukai dirinya yang berdarah manado karena parasnya nyaris sempurna seperti oppa korea apalagi terlihat fashionable look. Model cowok seperti ini sudah masuk kriteria Leony. He is look boy and manly sekali. Leony ngefans dengan idola macam ini.
Awal Leony melihat Mario karena tak sengaja saja disebuah aplikasi yang menayangkan Mario sedang bernyanyi dan ada unsur bahasa koreanya lengkap dengan penampilannya seperti orang korea. Leony tertarik dengan Mario, idola barunya semenjak satu tahun silam ketika Leony dan
Dea sedang terlibat cinta segitiga dengan Ferry.
"Aku doain deh mudah-mudahan kakak jodoh sama Mario"
"Apaan sih? Kakak kan cuma ngefans aja sama dia"
"Itu dia dari fans biasanya nanti keterusan"
"Gak lha. Kamu aja kalau mau sama Mario"
"Aku mah gak suka sama dia"
"Biasanya dari fans lalu keterusan sih, Ka"
"Kagak ah, kakak gak suka dia"
"Aku aminkan saja"
Sedikit percakapan yang terjadi antara dua orang teman baru yang baru saja menjalin pertemanan dan sempat cekcok serta ribut karena seorang lelaki yaitu Ferry. Usia Leony dan Dea sangat jauh. Kira-kira delapan tahun jaraknya. Sedangkan Leony dan Ferry berselisih hanya sekitar empat tahun. Tentunya Ferry memiliki umur yang lebih muda dari Leony.
"Hai, Kak"sapa Dea
"Yes?"
"Aku senang bisa dapat teman baru seperti kakak"
"Sama. Cuma ya kamu tahu kan masalah adikku"
"Soal itu? Gimana kalau hubungi dan kirim pesan ke Ferry aja? Siapa tahu dia bisa bantu kakak kan?"sarannya
"Siapa dia?"
"Itu dia sahabat aku. Emang sih dia cowok. Dia jago lho kak urusin soal dunia hantu"
"Masa?"
"Ya beneran. Aku kasih nomornya ya nanti kakak yang kirim pesan sendiri"
"Eh, nanti aku gimana ngomongnya?"
"Bilang aja gini salam. Hai, Ferry ini Leony temennya Dea. Aku tahu nomormu dari Dea"
"Oke deh, kakak coba nanti. Makasih ya"
Dea pun mengirim pesan yang berisi nomor Ferry dan Leony menatapnya dengan agak malas dan unmood.
"Gue gitu yang harus kirim pesan duluan. Lazy banget asli"omel Leony.
"Kak, udah kirim pesannya?"
"Belum"
"Buruan kakak kirim"paksanya
"Sabar, lagi diketik nih"
"Ok"
Jari Leony bergerak dengan cepat hingga sebuah kalimat tersusun dengan rapi dilayar ponselnya dalam sebuah kotak chat.
"Send!"ucap Leony
"Kak"kata Dea dalam chatnya
"Ya?"
"Beres?"
"Apanya?"
"Itu lho japri si Ferry"
"Nih barusan kakak bilangnya gini,"Salam. Hai Ferry. Ini Leony temannya Dea. Saya dapat nomermu dari Dea"
"Oh, gitu. Terus dia udah balas belum kak?"
"Dibaca aja boro-boro"
"Sabar kak. Dia emang sibuk apalagi jam segini"
"Kamu tahu dan hapal banget tentang dia"heran Leony
"Jelas lha kami kan udah sahabatan lama banget ada kali lima tahun"
"Oh, kirain pacaran"canda dan sindir Leony
"Kakak apaan sih? Enggaklah, kita cuma sahabatan mana ada pacaran"
"Kalau iya juga gak apa wajarlah kan normal. Kakak lihat kalian ada chemistry dan saling cinta"
"Kami cuma sahabatan dari awal kenal kak"bantahnya
"Terserahlah. Kakak lihat kalian begitu"
"Bisa aja nih kakak"
"Beneran ini, gak bohong"
Leony merasa Dea sedang menyangkal perasaannya sendiri. Leony melihat Dea sangat menyukai Ferry. Tetapi entahlah Ferry menyukainya atau tidak. Leony menunggu balasan pesan dari Ferry terbilang lama sekitar tiga jam barulah ada kehidupan.
Sebuah chat masuk ke ponsel Leony.
"Hai, kak. Leony kawan Dea?"
"Ya. Salam kenal"
"Yoi. Ada yang bisa torang bantu?"
Leony pun mengirim pesan dalam bentuk chat kepada Dea.
"Dea, ini si Ferry udah balas"
"Kok chat kakak dibalasnya cepat. Aku belum diread sama dia"heran Dea dalam balasan chattingnya
"Entahlah. Tadi dia balas gini"
Leony mengirim screenshot percakapan mengenai Ferry kepada Dea.
"Kakak balas aja seperti ini, iya kita butuh bantuan"
"Apa?"
"Tentu. Kata Dea, kamu jago usir ghost ya?"
"Itu mah kecil sudah biasa"
"Wah, keren ya udah biasa tengking hantu"
"Namanya juga sudah tugasnya"
Leony hanya menganggap Ferry adalah teman baru yang dapat membantunya nanti dikala ada hal mistis terjadi dikeluarga atau adiknya.
"Mantap lha ya. Kakak juga pernah sih usir hantu tapi gak seperti Ferry udah jago banget"
"Apa sih yang kita gak bisa lawan dan kalahkan?"kata Ferry menyombongkan dirinya
Chat pun terhenti. Leony baru sadar sekarang sudah berubah menjadi malam hari.
"Omg, hari ini kan malam minggu. Hampir saja aku lupa"katanya
Namun Ferry masih terus mengirim chat. Leony mengintip profile picture Ferry.
"Dari fotonya sih keren cuma macam kayak cowok playboy ya"kata Leony memandangi foto Ferry yang memakai jaket kulit warna hitam dengan topi kasual serta kalung gaul dilehernya dengan jeans biru serta sepatu sneakers yang dipakai pada kakinya.
Ferry mengirim pesan lagi kepadanya
"Kak"
Leony pun membuka pesannya.
"Hai, maaf baru balas"
"Ya gak apa. Kakak bisa usir hantu juga ya? Sudah pernah yang model apa?"
"Dulu dijakarta model tante daster putih"
"Oh, itu masih tingkat rendah. Memang kalau pengusiran dan pelepasan itu ada tahapannya kak dan jenis ghost itu macam-macam serta mereka semua memiliki nama"
"Bisa gitu ya terus gimana cara usirnya? Kamu punya doa atau caranya gitu?"
"Ada, sebentar ya. Dorang cari dulu"
"Sip"
Ferry mencari catatan cara tahap pelepasan untuk manusia. Dia pun mengirim pesan yang isinya cukup panjang seperti brodcast. Sesudahnya Leony mencatat isi pesan dari Ferry. Kemudian dia menulis serta memindahkannya ke sebuah kertas yang ada. Sesudahnya Leony menyerahkan kepada Mamanya.
"Mama, barangkali mau ikut catet ulang dan juga berjaga serta bersiap untuk waspada"katanya memberikan kepada ibunya
"Oke, makasih ya. Memang Leony itu anak Mama yang paling baik"
"Bisa aja emang kalau menyanjungku jadi terbang tinggi ke langit biru"
Ibunya menerima kertas dari puterinya dan menyimpannya.