Sahabat Hoax!

1020 Words
SAHABAT? HOAX! "Hei Arumi, Sayang. Bagaimana rasanya menjadi Nyonya Revan?" sapa seseorang di belakangnya. 'Deg' jantung Aruna seakan berhenti berdetak. Dia sangat mengetahui suara itu, apalagi saat suaranya dengan jelas mengatakan sebutan Arumi. Orang yang sangat dia kenal. 'Deg' jantung Aruna seakan berhenti berdetak. Dia sangat mengetahui suara itu, apalagi saat suaranya dengan jelas mengatakan sebutan Arumi. Orang yang sangat dia kenal. "Suara ini," batin Aruna, dia segera menengok ke belakang. Dion melihat perubahan mimik wajah dan gestur tubuh Aruna. "Kamu mengenal mereka?" tanya Dion. Aruna menganggukkan kepalanya. "Ya, dia itu adalah sahabatku. Namanya adalah Lala tapi jelas-jelas dia membenci orang kaya dulu. Bahkan dia tak akrab dengan kakakku meskipun dia sahabatku. Kenapa dia bisa bersama orang itu?" jawab Aruna lirih. "Dia kakakmu kan? Menurutku justru sebaliknya, mereka terlihat akrab," ucap Dion yang di balas anggukkan oleh Aruna. Ya, wanita itu tak lain adalah Arumi kakaknya. Terasa sedikit aneh memang, sahabatnya bersam asang kakak dimana mereka tak pernah akrab sebelumnya. Hal ini membuat Aruna sedikit cemas dan curiga namun dia berusaha untuk menepisnya. "Mungkin mereka kebetulan bertemu saja," batin Aruna meski tak yakin dengan ucapannya sendiri. Aruna memilih menggeser bangku duduknya perlahan sambil mendengarkan apa yang sebenarnya mereka bertiga sedang bicarakan. "Ck! Sudah jangan membalas masalah itu! Semuanya gara-gara wanita sialan itu. Aruna menghancurkan semuanya. Kau tahu kan gadis menjijikan itu, dia menghilang beberapa hari dan tiba-tiba muncul menjadi istri dari pimpinan perusahaan Wijaya. Hal yang bahkan tak pernah aku duga sebelumnya. Entah keberuntungan apa yang sedang berpihak pada mereka," jawab Arumi. "Perusahaan Wijaya? Itu adalah perusahaan tempatku bekerja, Kak. Bagaimana bisa dia menikah dengan pimpinan perusahaan sana? Selama dia bersahabat denganku bahkan dia tak pernah dekat dengan lelaki lain selain Kak Revan?" tanya Lala, sahabat Aruna semasa kuliah dulu. "Meski kau mengatakan begitu, nyatanya seperti ini," ujar Arumi menganggukkan kepalanya. "Bagaimana mungkin? Wahhh, sungguh aku benarr-benar tak terpikirkan," ucap Lala. Arumi menggedikkan bahunya tanda tak mengerti. "Jangan tanya aku. Aku juga tidak percaya perempuan itu bisa melakukan hal itu, menjadi istri seorang konglomerat! Entah pelet atau susuk apa yang dia pakai sampai bisa memikat seorang presiden direktur hebat. Tapi aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri, dia datang bersama CEO muda itu lelaki muda dan tampan bernama Dion Hadinata Wijaya. Datang ke pernikahanku dengan sombongnya, jadi dengan terpaksa aku mempercayainya," ujar Arumi Lala langsung terdiam, pantas saja selama beberapa hari ini Aruna memang susah sekali di hubungi. Itu sebabnya dia mulai mendekatkan diri pada Arumi, kakak Aruna.Hal itu dilakukan untuk menjadi parasit menumpang hidup. Dia belum mengetahui fakta bahwa Aruna dan Arumi berbeda orang tua. Selama ini Aruna mengatakan bahwa dia adik kandung Arumi, Lala juga tak mau ambil pusing dengan semuanya. Dia juga bukanlah tipikal sahabat yang tulus. Dia hanya mengambil keuntungan dari persahabatan mereka. "Tenang saja, Kaka Arumi. Sepertinya aku memiliki sesuatu informasi yang menarik," ucap Lala. "Informasi menarik? Tentang siapa? Apa?" Desak Arumi mulai tertarik dengan obrolan mereka. "Sepertinya aku tahu rahasia tentang Tuan Dion Hadinata Wijaya, semacam raasia besar yang ada di kalangan kami para karyawannya. Dia adalah pemimpin perusahaan Wijaya Compeny kan? Tentu saja akan ada banyak rumor rahasia diantara keluarga konglomerat yang sudah menjadi desas desus banyak orang di kantor," ujar Lala lagi. Mata Arumi langsung berbinar mendengarkannya, dia seolah memiliki harapan lebih untuk mendapatkan informasi rahasia yang bisa menghancurkan Aruna. Dia memang tak akan puas sampai adiknya itu menderita sama sepertinya. Sampai kapan pun dia tak mau Aruna lebih unggul darinya, dia tak mau itu terjadi. "Rahasianya? Apa rahasia yang dimiliki Tuan Dion di perusahaan? Mengapa aku tak mendengarkannya saat bekerja?" batin Aruna sambil memalingkan mukanya refleks ke arah Dion, tapi dia melihat Dion sedang memegang wine yang dia teguk. "Rahasia apa? Cepat katakan padaku," perintah Arumi tak sabar. "Begini, dulu saat aku masih magang di perusahaan milik Wijaya Company bagian pusat seluruh anak perusahaan baik karyawannya tahu bahwa Tuan Dion memiliki seseorang wanita dalam hatinya. Sepertinya gadis itu seorang artis terkenal di luar negeri namun dia asal sini juga. Mungkin kau mendengarnya, namanya Alexandria. Dia adalah artis di luar negeri dan cukup terkenal karena membintangi beberapa iklan. Mereka suah bersama sejak lama, bahkan rumor yang beredar mereka memang kuliah di luar negeri bersama," jelas Lala. "Benarkah?" tanya Arumi. Lala langsung menganggukkan kepalanya. "Lalu apa hubungannya dengan pernikahan Aruna dan Dion? Mengapa jika dia memiliki kekasih tak menikahinya saja? Mengapa harus menikahi Aruna yang baru beberapa hari di kenalnya?" Tanya Arumi pada Lala. "Nah mungkin ini ada kaitannya Kak Arumi? Coba pikirkan secara logika saja dari sisi perempuan mungkin yang menolak Tuan Dion. Meskipun dia lelaki kaya namun pasangannya adalah wanita karier bahkan bisa dikatakan seorang arrtis. Bukankah perempuan modis seperti itu tidak bersedia menikah dan melahirkan anak demi karir mereka? Apalagi sosok Alexandria ini aku melihat di sosial medianya baru merambat dunia entertain di negara kita juga. Nah, apakah kau tidak berpikir dari sana?" Tanya Lala. "Bagaimana jika adikmu Aruna itu dinikahi sebagai pengantin pengganti saja? Seperti di film dan sinetron, bisa jadi itu sedang menimpa adikmu. Dia ditugaskan untuk memberikan keturunan, setelah itu dia bisa sewaktu-waktu di ceraikan, di depak dari keluarga Wijaya yang memang terkenal karena kekayaannya. Mereka bisa melakukan apapun kan? Bukankah hal itu lazim dilakukan seorang konglomerat?" Sambungnya. Tentu saja Aruna bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka karena mereka berada di belakangnya. Entah ada perasaansakit tak bisa di jelaskan di hati Aruna medengar ucapan Lala tadi, meskipun kebenarannya belum bisa di buktikan tapi memang pernikahan yang dia lakukan dengan Dion sama-sama mencari keuntungan saja. "Apa ini benar? Apakah ucapan Lala bisa dipercaya? Selama ini dia satu-satunya sahabat yang aku miliki juga, rasanya tak mungkin dia berbohong seperti itu," batin Aruna dalam hati sambil melihat ke arah Dion. "Tapi jika benar tak ada yang salah juga sebenarnya. Pernikahanku dengannya sepertinya sebuah kerjasama kontrak saja, aku sepertinya tidak menanyakan kebenaran padanya. Itu terlalu berlebihan sekali, mengingat dia sudah memberikan semua kemudahannya padaku. Tak salah juga memang jika dia melakukan itu, dia hanya meminta anak padaku kemudian aku menyepakatinya karena ingin membalaskan dendamku," APAKAH DION AKAN JUJUR PADA ARUNA? BERSAMBUNG Penasaran dengan Justin dan clarissa? Intip gambar visualnya di sosmedku ya ada igoy dan feboy atas nama Secilia Abigail Hariono/ Secilia_hariono
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD