Part 5. Mahluk Astral alias Mantan Tak Tahu Diri

630 Words
Ah. lelah sekali rasanya." kubaringkan tubuhku disamping bang Sonang yang sudah terlelap, kurasa mimpinya udah seribu sampai-sampai ilernya mengalir deras macam air terjun sigura-gura dan membentuk pulau-pulau kecil di sarung bantal, aish...jorok sekali lakik ku ini bah, ingin kutampol tapi kok kasihan.. Menit demi menit beranjak ke jam demi jam terlewati, kucoba memejamkan mata ini tapi tetap tak bisa padahal badanku rasanya lelah sekali setelah berenang tadi, tapi entah kenapa perasaanku gelisah. "drrrttttt...drrrtttttt.." gawai milik bang sonang bergetar, gegas kuraih benda itu dan mengeceknya ternyata pesan dari nomor baru di aplikasi berwarna hijau dengan logo gagang telepon. "Apa kabar bang?" isi pesan tersebut. "Siapa pulak ini udah jam 02.00 pagi?" gerutuku. segera ku klik foto profilnya "Astaga!!" mataku membulat melihatnya. "Mau apa dia?" geram kurasa ternyata mantan pacar suamiku yang pernah kulempar batu. "Kerjain ah." aku menyeringai tiba-tiba terlintas ide dibenakku. "Baik." balasku "Kok cuek sih balasnya bang." balasnya lagi disertai emot cemberut. "maunya kek mana?" lagi aku merasa ada yang tidak beres, seperti mereka sudah sering chatingan ini. "nanya balik kek, kabar aku gimana gitu? emang abang udah ga ada rasa sama aku ya?". Ish gatal kali mahluk sebiji ini pikirku. "entah la." kujawab demikian sengaja memancing reaksinya. "Tau lah aku, abang masih ada rasa sama ku kan. aku udah melamar kerja dikantor abang loh, biar kita bisa dekat lagi." ish, ini mahluk minta di sisir ginjalnya ya gatal kali makin geram aku. "oh ya?" balasku lagi "iya dong bang, video call yuk bang! si nenek lampir sudah tidur kan?" tanyanya "siapa?" balasku lagi, dahiku mengernyit siapa yang dimaksud nenek lampir? aku? awas kau ya! "Yuk" kubalas lagi chatnya dan benar saja panggilan videonya langsung masuk. Tunggu dulu, kukerjain ah! gegas aku berlari mencari lingerie merah menyala dari lemari dan memakainya kemudian menaiki tempat tidur dan kubuat posisi kami terlihat int*m dengan suamiku. "rasakan kau!" langsung ku angkat panggilan video darinya. Begitu panggilan diangkat matanya langsung membulat terkejut melihat ku dan suamiku yang tengah tertidur pulas dengan posisi kami yang begitu int*m. "apa kau cewek gatal? mau jadi pelakor kau hah? cobalah kalau berani kau! dulu kau cuma kulempar batu sekarang kulempar kau kekolam ikan piranha di belakang rumahku biar habis kau tak bersisa!" kataku dengan nada penuh penekanan. Wajahnya berubah pucat, keringatnya bercucuran. tuuutt...tuuuuttt...panggilan langsung terputus. Sepertinya dia takut pada ancamanku. Mungkin dia tak menyangka kalau yang berbalas chat dengannya tadi adalah aku, yang dia sebut nenek lampir. "hahahahah...Uli dilawan." senang kali kurasa ngerjain mahluk astral satu ini. Tapi aku tetap harus waspada, mahluk satu ini tipe yang gak tau malu dan pantang menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang sangat dicintainya. Buktinya dengan suamiku saja dia tidak menyerah meskipun suamiku sudah mau punya anak tiga, bahkan dia sampai nekat melamar pekerjaan dikantor yang sama dengan suamiku hanya untuk bisa dekat denganya lagi, eh otaknya dimana ini orang? udah dimakan zombie kurasa. Tapi tetap saja harus kuselidiki semua sampai benar-benar clear, tak mungkin pencuri masuk kalau tak ada cela. Entah karena mahluk astral ini yang nekatnya kebangetan atau suamiku yang memberi respon padanya aku pun tak tahu. Entah juga kecuekan bang Sonang yang disalah artikan olehnya pun aku juga tak tahu. Yang kutahu semenjak kejadian lempar batu bang Sonang tak pernah berani main mata apalagi sampai main hati dengan yang namanya wanita lain. Tapi ya, kita gak tahu menahu perubahan seseorang kan. "Dek, kok gak tidur?" bang sonang terbangun. "Ini mancing apa kek mana ini?" Ia mengucek matanya lagi. "Eh, astaga!" aku baru sadar kalau aku masih pakai lingerie. Jujur saja sudah lama aku tak memakainya, dingin coy....hahaha "Dek...yok.... #bersambung dulu ya coy hahahahah jangan bayangin yang lain-lain ya, tidak untuk anak dibawah umur. Terus yang ketahuan selingkuh siapa? Tenang pemirsah, ceritanya masih panjang. emosimu bakal dikuras dengan kelakuan sesemantan yang gak tahu diri dan minta dijadiin umpan ikan piranha.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD