Aku lebih memilih menghindari Utha setelah percakapanku dan Tante Anya beberapa hari lalu. Utha yang menyadari hal itu tentu saja langsung menanyakan perubahan sikapku yang drastis mendiaminya. Iya, aku mendiaminya. Meski di luar urusan pekerjaan tentu saja. Aku hanya akan berbicara padanya jika itu berkaitan dengan masalah kantor, di luar dari itu, menanggapi ucapan konyolnya soal pendapat, atau apa pun tidak akan aku tanggapi. Aku lebih memilih menulikan pendengaran dari pada harus berbicara banyak dengannya. Aku tahu ini kekanak-kanakan, tapi dia juga seharusnya tahu memaksakan kehendaknya juga merupakan sifat yang kekanak-kanakan! Apalagi belakangan ia memanfaatkan peran para tetua untuk menyudutkanku. Sebenarnya aku sendiri masih belum tahu apakah rencana Utha itu akan benar-benar b

