Bab Enam belas

1175 Words
Arga sebenarnya ingin mengantarkan Elia sampai ke apartement nya, tapi ia harus segera pergi untuk meninjau perusahaan nya yang berada di luar negeri. Arga kini telah sampai di bandara pribadi nya, ia di sambut oleh beberapa bodyguard yang telah menunggu disini bersama dengan Jessie serta pilot dan pramugari jet pribadi milik nya ini, mereka mengucapkan selamat datang kepada tuan nya itu kemudian berjalan memasuki jet pribadi. “Mr.Arga sebentar lagi akan segera lepas landas”ucap salah satu pramugari kepada Arga, disini ada dua pramugari yang bekerja. Arga hanya mengangguk kemudian memasang sabuk pengaman nya. Setelah lepas landas Arga menuju ke kamar yang ada di di dalam jet pribadi ini, ia ingin beristirahat sebentar. “Tokk . . . Tok . . .Mr.Arga bolehkah saya masuk” Arga mendengar suara ketukan pintu, itu adalah suara Jessie. “Ada apa Jessie?” tanya Arga ketika membuka kan pintu untuk Jessie. “Apa Mr.Arga tidak ingin saya temani tidur hmm?” Ucap Jessie menggoda, dengan tangan yang menyentuh rahang tegas Arga. “Apa kau sedang menggoda atasan mu lagi Jessie, apa kau belum puas sudah ku masuki dua kali b***h?” Ucap Arga dengan nada menghina Jessie, tapi sepertinya wanita itu tidak perduli akan hinaan Arga. “Aku tidak akan pernah puas Mr.Arga” tentu saja Jessie tidak akan pernah puas sebelum mendapatkan hati Arga, seperti nya Jessie sangat tergila gila dengan Arga, hingga tidak perduli dengan harga diri nya lagi. “Apa kau ingin aku memasuki mu lagi huhhh?” tanya Arga dengan memojokan tubuh Jessie ke pintu. “Ya Mr.Arga aku ingin” ucap Jessie dengan mencium bibir Arga, mereka pun berciuman dengan sangat panas dengan tangan Jessie yang di angkat ke atas kepala nya dan di pegang oleh Arga. Setelah membuat Jessie sangat h***y, Arga menyudahi kegiatan itu secara tiba tiba. “Kenapa berhenti Mr.Arga?” Ucap Jessie jengkel. “Aku tidak ingin bermain dengan mu lagi, jika bukan karena kinerja mu yang bagus aku sudah memecat mu, keluar!” Arga berbicara dengan nada tinggi dan mengusir Jessie. “Arghh sial, kenapa susah sekali mendapatkan hati Mr.Arga, aku bahkan sudah menyerahkan diriku padanya, tapi ia tidak juga luluh padaku” ucap Jessie dengan frustasi ketika keluar dari kamar Arga. “Kenapa kalian melihatku, kembali bekerja” ucap Jessie kepada pramugari yang menatap nya aneh. Di dalam kamar, Arga sangat emosi dengan seketaris nya itu. “Argh, harus ku apakan w************n itu” “Aku ingin memecatnya, tapi ia adalah seketaris yang bisa di handalkan.” Arga berucap dengan mendudukan dirinya di atas ranjang. Setelah kejadian tadi, Arga yang sedang terbawa emosi pun tertidur dengan pulas di atas ranjang nya. Ia terbangun ketika ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. “Mr.Arga ini makanan anda” ucap pramugari, setelah Arga membukakan pintu, pramugari itu sedikit gugup karena melihat ketampanan Arga yang justru semakin bertambah ketika ia bangun tidur. “Baiklah kau bisa keluar” ucap Arga ketika pramugari itu sudah meletakan makanan nya di atas meja. “Baik Mr.Arga” pramugari itu menundukan badanya kemudian keluar meninggalkan Arga sendiri. Di sisi lain, Jessie tengah mengerjakan sesuatu yang harus ia serahkan kepada Arga, meskipun Jessie terlihat sangat murahan dan tergila gila dengan nya, sudah di bilang bukan jika kinerja ia sangat bagus. * Sepanjang perjalanan menuju apartement nya, Elia hanya terdiam dan melamun. Bodyguard yang mengantar Elia pun juga tidak mengeluarkan sepatah kata pun kepada nya. Entah apa yang sedang Elia pikirkan, sehingga ia tidak menyadari jika mobil yang ia tumpangi sudah berhenti di depan apartementnya. “Nona, kita sudah sampai” panggil bodyguard kepada Elia. “Hmm baiklah, terimakasih sudah mengantarkan ku Tuan” ucap Elia dengan sopan kepada bodyguard. “Kau bisa pergi” kemudian Elia berlalu meninggalkan bodyguard, dan berjalan menuju unit apartement nya. * Hari sudah berganti menjadi pagi, Elia kini tengah bersiap siap untuk pergi bekerja. Elia berharap jika Arga menghubungi dirinya, tapi teryata Arga sama sekali tidak menghubungi nya. Elia merasa jika Arga hanya mengganggapnya sebagai angin lalu saja, dan mengganggap seperti tidak pernah terjadi apa pun di antara mereka “Apa yang kau harapkan dari Arga” ucap Elia dengan nada sedih. Tapi tiba tiba saja ponsel Elia berdering dan menampilkan nama Arga Himawan disana, setelah Arga menghubungi Elia malam itu, ia memutuskan untuk menyimpan nomor Arga di ponsel nya. “Tidak apa apa Arga, apa kau sudah sampai?” Tanya Elia pada Arga di seberang sana. “Syukurlah kau sudah mendarat dengan aman Arga” balas Elia. “Tidak, sebentar lagi aku akan berangkat bekerja Arga “Terimakasih Arga, kau juga berhati hatilah disana dan jaga lah kesehatan mu” setelah itu Elia memutuskan panggilan mereka. * Kini Arga telah sampai di negara tujuan, ia serta Jessie sedang berada di dalam mobil menuju hotel tempat mereka menginap untuk dua hari kedepan. Arga kemudian, mengeluarkan ponsel nya lalu menghubungi seseorang. “Hi Elia, maaf aku baru bisa menghubungi mu” ucap Arga kepada Elia di seberang sana. “Aku baru saja mendarat El, kini aku sedang berada di dalam mobil menuju hotel.” jawab Arga. “Apa aku menganggu tidur mu El, disana sudah pagi bukan?” tanya Arga. “Baiklah, jika begitu berhati hatilah Elia” jawab Arga dengan tersenyum, kemudian menyimpan kembali ponselnya. Arga tidak menyadari jika ada seseorang yang mendengarkan percakapan nya bersama Elia, dengan tidak suka. Tentu saja orang itu adalah Jessie. “Elia, rupa nya kau” gumam Jessie dengan tersenyum licik. “Anak baru yang berani mendekati Arga” “Aku tidak akan membiarkan siapapun mendapatkan seorang Arga Himawan, aku lah yang berhak mendapatkan nya, aku yang selama ini berusaha mendapatkan hati nya” ucap Jessie dengan menahan amarah nya. “Lihat saja Elia, apa yang akan ku lakukan padamu jika sudah kembali ke kantor” gumam Jessie dengan pikiran nya busuk nya. * POV ELIA Aku kini tengah di sibuk kan kembali dengan pekerjaan ku, Mr.Adam juga sudah kembali masuk ke kantor. “Kau sangat serius dalam bekerja El” ucap Mr.Adam, tiba tiba saja ia sudah berada di depan meja kerjaku. “Tentu saja saya harus serius Mr.Adam, agar tidak terjadi kesalahan, saya tidak ingin mengecewakan mu Mr.Adam” balas ku dengan tersenyum. “Bagus sekali Elia, pertahankan kerja kerasmu” ucap Mr.Adam. “Baik Mr.Adam, lalu ada keperluan apa anda datang keruangan saya?” Tanya Ku. “Aku ingin mengajak mu makan siang bersama El, kau tidak ada janji bukan?” rupanya Mr.Adam datang keruangan ku hanya untuk mengajak ku makan siang bersama, ia adalah atasan yang sangat baik dan perduli. “Tidak ada Mr.Adam, apa hanya kita berdua?” aku tidak ingin jika orang berpikiran yang tidak tidak tentang kami. “Aku juga mengajak yang lain nya El, kau tidak perlu khawatir” balas Mr.Adam. “Baiklah Mr.Adam, saya akan ikut makan siang bersama anda”balasku dengan tersenyum ramah. “Jika begitu aku pergi dulu El, sampai jumpa nanti siang” kemudian Mr.Adam pergi meninggalkan ku. Setelah kepergian Mr.Adam aku melanjutkan kembali pekerjaan ku, sembari menunggu jam makan siang. Tolong meninggalkan jejak keceritaku, Like + Komen. Terima kasih.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD