Bab Lima Belas

1150 Words
Setelah adegan panas di ranjang tadi, kini mereka tengah menyantap makan malam. Elia juga telah mengganti pakaian nya dengan pakaian yang tertutup, ia menggunakan baju turtle neck agar menutupi lehernya. Ia harus menutupi lehernya karena Arga tadi menghisap kencang leher Elia, sehingga meninggalkan beberapa kissmark disana. Mereka tidak sampai making love, hanya sekedar make out saja. Elia melamun memutar ulang kejadian panas di atas ranjang dengan Arga tadi. “Stophh, Argahh” ucap Elia menghentikan kegiatan Arga di atas nya, dengan tangan yang memegang rambut Arga. “Jangan terlalu jauh Arga”ucap Elia ketika Arga berhenti melakukan kegiatan nya, Arga memandangi Elia dengan tatapan yang masih di selimuti oleh gairah, Ia menopang dirinya dengan tangan yang berada di sisi kepala Elia. Tiba tiba saja Arga bangkit dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi. “Kau ingin kemana Arga”teriak Elia dengan sedikit menaikan selimut untuk menutupi tubuh bagian atasnya yang terbuka akibat tangan nakal Arga yang menurunkan tali dress nya. “Berendam air dingin”ucap Arga memasuki kamar mandi. Setelah kepergian Arga, Elia bangkit dari tempat tidur dan merapikan dirinya, ia menuju cermin besar yang berada di kamar. “Sangat berantakan sekali penampilan ku, dan astagaa apa ini”Elia terkejut saat sedang melihat keadaan tubuh nya di depan cermin, ia melihat dan menyentuh ada beberapa kissmark di leher nya. “Argh sial, bagaimana aku menghilangkan ini”ucap Elia dengan mengusap usap bekas kissmark itu, bukan nya menghilang malah semakin membuat nya terlihat. “Elia apa yang sudah kau lakukan”sesal nya. “Apa yang sedang kau lakukan di depan cermin El”ucap Arga ketika sudah selesai menyelesaikan ritual di dalam kamar mandi, saat kembali ke kamar ia melihat Elia sedang berdiri di depan cermin dengan tangan yang memegang lehernya. “Arga lihatlah akibat perbuatan mu”Elia menunjukan lehernya kepada Arga. “Apa ini kissmark buatan ku El?”tanya Arga sedikit sombong. “Tentu saja perbuatan mu Arga, menurutmu ini perbuatan siapa huhh”balas Elia galak. “Maafkan aku El, apa kau marah padaku”ucap Arga dengan sedikit terkekeh. “Tidak, hanya saja bagaimana cara menghilangkan ini, tidak mungkin bukan aku memamerkan karya mu ini, apa kata para pelayan mu nanti”Elia mengucapkan nya dengan merajuk. “Tenanglah, kau bisa memakai baju yang menutupi lehermu El”ucap Arga menenangkan Elia. “Baiklah” “Aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan nya untukmu”ucap Arga. Elia kemudian tersadar dari lamunan nya ketika Arga memanggil dirinya. “Elia”panggil Arga, karena ia melihat sedang melamin tanpa memakan makanan nya. “Hmm ya”jawab Elia dengan menoleh ke arah Arga. “Apa yang sedang kau pikirkan El?”tanya Arga. “Ah tidak ada Arga”balas Elia dengan tersenyum. “Baiklah jika begitu, habiskan makanan mu El, setelah ini kita akan segera pergi” “Baiklah Arga.” Setelah selesai makan kini mereka sedang berada di dalam mobil untuk kembali pulang. Tapi baru perjalanan beberapa menit mobil yang kami tumpangi berhenti. “Kenapa berhenti disini Arga?”Elia bingung kenapa mobilnya berhenti. “Kita akan berganti kendaraan El, supaya lebih cepat sampai.”ucap Arga, begitu keluar dari mobil. Diluar sudah ada James yang telah menunggu kedatangan Arga beserta Elia “Selamat datang Tuan, sebentar lagi helikopter nya akan segera tiba”Ucap James dengan sopan. Arga tiba tiba memegang dan menggadeng tangan Elia. “Apa kita akan pergi menggunakan helikopter Arga”tanya El, ketika mendengar ucapan James. “Betul El, ada apa, apa kau takut ketinggian?”tanya Arga kepada Elia. “Tidak, tapi menurut ku itu terlalu berlebihan Arga, kita bisa menggunakan mobil saja untuk pulang” karena menurut Elia ini berlebihan. “Tidak El, aku tidak ingin kau kelelahan”ucap Arga. “Baiklah Arga”Elia pun hanya bisa mengikuti kemauan Arga. Tidak berselang lama kini helikopter milik Arga telah tiba, di badan helikopter itu tertulis nama Himawan yang artinya helikopter itu adalah aset pribadi milik keluarga Arga Himawan. Elia tidak heran dengan itu, karena keluarga nya pun memiliki nya bahkan memiliki pesawat dan jet pribadi. “Mari El”ajak Arga dengan menggandeng tangan Elia menuju helikopter, kemudian membantu menaiki nya dan memakaikan peralatan keamanan saat terbang. “Mengapa hanya kita berdua yang ada di dalam sini Arga, siapa yang akan memegang kendali helikopter ini?”tanya Elia di tengah tengah suara bising mesin helikopter. “Aku yang akan menjadi pilotnya El, apa kau sudah siap?” Arga menoleh ke samping dimana Elia duduk. “Apa kau yakin Arga?”tanya El seperti tidak yakin dengan kemampuan Arga. “Apa kau tidak percaya padaku El, bersiaplah. Akan ku tunjukan padamu bahwa aku pandai mengendarai ini”ucap Arga kemudian helikopter itu lepas landas. “Woww kau sungguh hebat Arga”ucap Elia kepada Arga, ia sedikit gugup ketika helikopter ini lepas landas, karena sudah lama ia tidak menaiki helikopter. Arga tersenyum ketika Elia memuji nya, kemudian ia kembali fokus memegang kendali helikopter ini. Setelah beberapa menit mengudara kini mereka telah mendarat di helipad gedung pencakar langit. Mereka kemudian turun dari helikopter, dengan Arga yang membantu Elia untuk turun dengan aman. Disini terdapat beberapa orang yang menggunakan jas berwarna hitam yang tengah berbaris menyambut kedatangan Arga, Elia yakin mereka adalah para bodyguard Arga. “Kita sekarang berada dimana Arga?”tanya Elia ketika Arga menggandeng tangannya untuk berjalan meninggalkan helipad ini. “Di atas gedung kantor ku”jawab Arga singkat, Elia kemudian diam mendengerkan jawaban Arga. Kini mereka tengah berada di dalam tempat parkir mobil pribadi milik Arga di gedung kantor ini. “El setelah ini para bodyguard ku akan mengantarkan mu pulang ke apartement”ucap Arga dengan memandang wajah Elia. “Baiklah, apa kau ingin pergi lagi Arga?”tanya Elia dengan pelan. “Aku harus segera terbang untuk meninjau perusaahan ku yang berada diluar negeri El, maafkan aku tidak dapat mengantarkan sampai ke apartement mu El” ucap Arga dengan lembut. “Tidak apa Arga, perusahaan mu jauh lebih penting. Apa kau akan pergi sendiri Arga?” Elia penasaran dengan siapa Arga akan pergi. “Aku akan pergi dengan seketarisku dan juga James, James akan menyusulku besok pagi” jawab Arga. “Baiklah, berhati hatilah Arga dan jaga kesehatan mu” ucap Elia dengan rendah, ketika Arga menjawab bahwa Jessie juga akan ikut dengan nya juga, entah mengapa rasanya ia tidak rela jika Arga pergi dengan seketaris nya itu. “Kalau begitu kau bisa memasuki mobilmu El, kita berpisah disini. Aku akan langsung menuju ke bandara”ucap Arga kemudian memeluk dan mencium puncak kepala Elia. “Baiklah Arga aku pergi dulu, terimakasih untuk hari ini” Elia di ikuti oleh satu mobil yang di tugaskan oleh Arga untuk mengawalnya, kini ia sudah berpisah dengan Arga. Ia melihat mobil yang di tumpangi Arga sudah melesat jauh di depan. Tolong meninggalkan jejak keceritaku, Like + Komen. Terima kasih.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD