Tanpa Elia sadari sedari tadi ada pria yang memperhatikan nya, tentu saja pria itu adalah Arga. Arga duduk di samping Leon, dia hanya memperhatikan dan menyimak obrolan di antara mereka. Arga bisa melihat sikap gugup Elia saat Leon bertanya apakah yang melecehkan nya adalah pria bernama Vino, tapi dia menjawab nya dengan sedikit gugup dan terlihat cemas saat mendengar nama itu.
Semakin Sarah dan Leon membicarkan Vino, itu juga semakin membuat Arga mencari tahu siapa Vino dan apa hubungannya dengan Elia. Mengapa Elia takut pada Vino.
Tiba tiba ponsel Arga berbunyi di layarnya tertera nama James, tangan kanan nya. Arga segera bangkit dengan memberi kode kepada mereka ingin mengangkat telfon masuk.
“Apa kau sudah melakukan apa yang aku suruh James?”tanyaku pada nya.
“Sudah tuan, sudah saya kirim melalui surel tuan”jawab James di seberang sana.
“Kerja bagus”kemudian Arga mematikan telfon, itulah yang di sukai Arga dari kerja James, sangat cepat.
Arga menghampiri mereka kembali yang tengah asik berbincang, Arga berencana untuk berpamitan kepada mereka. Karena ia harus mengecek surel yang dikirimkan oleh James di ruangan kerja d mansion nya, sebenarnya bisa saja ia melihat melalui ponsel mewah nya tapi ia ingin media yang lebih besar agar lebih mudah.
“Kalau begitu aku pamit pulang terlebih dahulu, kau ingin bersama ku atau pulang nanti Leon?”tanya Arga pada Leon.
“Kau duluan saja dude”balas Leon.
“Baiklah, Elia aku pamit pulang dahulu, kau sudah tak apa bukan?”
“Hmm ya aku sudah tidak apa, mari aku antar”tawar El.
Mereka berjalan keluar pintu, dengan Arga berjalan terlebih dahulu kemudian di ikuti dengan El.
“Arga”panggil Elia ketika sudah berada di depan pintu, dia tiba tiba memegang tangan Arga yang hendak meraih handle pintu tapi kemudian ia melepaskan nya karena Arga menaptapnya.
“Ah maafkan aku karena telah memegang tangan mu, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan mu sebelum kau pergi pulang”ucap El dengan sedikit gugup.
“Baiklah aku pamit pulang, sampai bertemu di kantor”ucap Arga sambil mengelus rambut Elia kemudian keluar dan berjalan semakin jauh.
Elia masih terkejut dengan perlakuan Arga yang tiba tiba saja mengelus rambutnya, membuat jantung Elia berdegup kencang.
“Ada apa dengan mu El”ucap Elia dengan membalikan badan menyentuh dadanya dan menyadarkan badan di depan pintu dengan memejamkan mata.
“Astagaaa, apakah kalian mengintip kami?”ucap Elia ketika membuka mata di depan nya ada Leon dan Sarah.
“Siapa juga yang mengintip mu dengan Arga tadi, kami juga ingin berpamitan pulang dengan mu. Tapi Leon sepertinya teman kita menyukai bos nya sendiri”goda Sarah pada Elia.
“Yaa sebaiknya kita tunggu saja kabar mereka Sarah”Leon membantu Sarah untuk menggoda Elia.
“Kalian ini ada ada saja, tidak mungkin aku menyukai bos ku sendiri yang baru ku kenal hari ini”ucap El.
“Ah yang benar saja”Sarah menggoda dengan menyentuh hidungnya.
“Sebaiknya kalian cepat pulang daripada menggoda ku terus menerus”usir Elia pada mereka.
“Baiklah jangan merajuk seperti itu El, tapi kalau jadian dengan dia pun tak apa, dia sangat tampan dan sexy, aku yakin dia memiliki roti sobek yang banyak.” Ucap Sarah dengan tertawa dengan Leon yang mengangkat alisnya pertanda setuju dengan Sarah.
“Ah shut up Sarah”rajuk Elia.
“Bukankah kau penyuka roti sobek El”goda Sarah semakin suka saat melihat Elia merajuk.
“Cepat pergi kalian dan terimakasih karena sudah menggoda ku, byee”ucap Elia dengan mendorong mereka keluar lalu mengunci pintu itu. Elia mendengar mereka mendesah karena Elia telah mengusirnya. Salah siapa menggoda Elia, coba saja mereka tidak mengodanya Elia dengan senang hati menampung mereka lebih lama lagi, bahkan Elia juga bersedia untuk menampung mereka untuk menginap.
Elia berbaring diatar ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya, ia menggelengkan kepalanya ketika melihat bayangan pria diatas langit-langit kamarnya.
Ada apa ini? kenapa aku melihat Arga?
Elia mengerti mengapa banyak wanita yang terjerat pesona bos mereka itu, tidak dapat dipungkiri kalau bos mereka itu adalah manusia blasteran surga yang siap untuk menghancurkan hati setiap wanita hanya dengan wajahnya saja.
Disini lah Argaberada sekarang diruangan kerja mansionnya, setelah pulang dari apartement Elia tadi Arga langsung menuju ruang kerja nya. Dan kini Arga sedang memeriksa surel yang dikirimkan oleh James. Aku bersandar di kursi kerjaku, setelah mengetahui yang melecehkan Elia tadi ialah Vino yang di maksud oleh Leon teman nya. Kemudian dia membaca isi surel nya kembali, Vino benedict mantan kekasih Elia saat berkuliah dahulu mereka berpacaran sekitar 1tahun, alasan Elia ingin memutuskan hubungan dengan pria itu karna Vino adalah pria kasar dan sangat terobsesi dengan Elia.
Sekarang Arga membaca latar belajang Elia, ternyata Elia adalah anak dari pengusaha dan designer sukses yang sangat terkenal yaitu Martin Jungwirth dan Hannah Jungwirth. Arga sebenarnya sudah menduga bahwa Elia adalah anak orang yang sangat berada, dilihat dari apartement nya tadi sudah membuktikan bahwa dia adalah anak pengusaha sukses. Dan ya nama lengkapnya adalah Elia Jungwirth. Wajar jika Arga tidak mengetahui Elia adalah putri dari Pengusaha sukses meskipun keluarga Arga pernah bertemu bahkan menjalin kerjasama dengan kelurga Elia, karena mereka atau mungkin kemauan Elia sendiri yang tidak ingin identitasnya tersebar luas. Setelah Arga membaca isi surel tersebut,dia kemudian mencari kontak James dan menghunginya.
“Apa perusahaan kita ada kerja sama dengan perusahaan benedict?”tanya Arga kepada james.
“Baiklah”setelah James menjelaskan kerja sama dengan perusahaan Benedict Arga menutup telfon nya.
Arga kemudian bangkit menuju kamar pribadi nya, kamar bernuansa hitam yang sangat maskulin, cocok dengan kepribadian Arga. Saat Arga membuka kancing kemeja nya yang hendak melakukan ritual mandi sebelum tidur, ia menyadari sesuatu, mengapa ia begitu perduli dengan wanita yang baru ia temui hari ini.
“Argh ada apa dengan ku mengapa aku perduli dengan wanita itu”ucap Arga dengan mengacak acak rambutnya.
Arga memajamkan matanya, tidak bisa dipungkiri bahwa bayang-bayang Elia masih berputar dikepalanya. Arga mengusap wajahnya dengan kasar lalu menggeleng-geleng sekali lagi, untuk menghilang bayangan Elia dikepalanya.
Arga kemudian meminum segelas air putih yang selalu ada di nakas samping tempat tidurnya, kemudian ia pun masuk dalam kamar mandi menyegarkan pikiran nya dengan mengguyur badanya dengan air mengalir. Setelah membersihkan badan nya Arga bersiap untuk istirahat karena besok banyak pekerjaan yang menanti nya. Tidak memerlukan waktu yang lama, Arga sudah masuk kedalam alam mimpinya.
Tbc