Bab Lima

1085 Words
Elia mempersilahkan Arga untuk duduk di sofa ruang tamu nya. “Kau ingin minum apa”tanya Elia. “Tidak usah”tolak Arga. “Kalau begitu bisakah kau menunggu sebentar, aku ingin menyiapkan peralatan untuk mengobati luka di wajahmu”ucap Elia kemudian ia mencari kotak p3k dan pergi ke dapur untuk mengambil air hangat serta handuk kecil. Ketika hendak kembali ke ruangan Arga menunggu, ia melihat Arga sedang berbicara bersama orang lain melalu ponsel nya. Terlihat cukup serius tapi aku tidak dapat mendengar percakapan itu, setelah Arga mematikan ponselnya, Elia segera menghampiri nya bersama dengan kotak p3k,air es,handuk kecil,serta air putih. “Bolehkah aku duduk di sampingmu agar lebih mudah untuk mengobati luka itu”tanya Elia. “Tentu”jawab Arga dengan menggeser sedikit badanya agar memberikan cukup ruang untuk Elia. Elia kemudian duduk dan mulai mengobati luka di wajah nya, di mulai dengan membersihkan luka itu lalu Elia mengompres nya dengan air dingin. ** POV ELIA Aku memulai membersihkan luka nya terlebih dahulu kemudian akan aku kompres menggunakan air dingin. “Apakah ini sakit?”tanyaku saat mulai mulai membersihkan lukanya. “Tidak”balas Arga. Sejujurnya sedekat ini dengan Arga membuat ku sangat gugup bahkan jantungku berpacu lebih cepat dari biasanya. Aku bahkan tidak berani menatap kedua matanya, aku hanya fokus dengan luka di wajah tampanya ini yang di dapatkan karena menolong ku dari pria b******k Vino. Aku menyadari bahwa sedari tadi Arga sedang menatap ku, tatapan yang tidak bisa ku mengerti. “Hmmm bolehkah aku sedikit mengangkat rambut mu ke belakang?”tanyaku padanya, ternyata di pelipisnya pun ada memar dan sedikit tertutup oleh rambut nya yang jatuh. “Hmm ya boleh”jawab dia tanpa melepaskan pandangan dari ku. Aku mulai mengompres luka dengan handuk dan air dingin, kulihat dia memejamkan mata dan mungkin tanpa sadar tanganya memegang pergelangan tanganku sehingga membuat aku berhenti melakukan kegitan mengompres pada lukanya. Untuk beberapa detik kami saling bertatapan satu sama lain. “Kenapa jantungku semakin berdetak kencang saat dia menatapku dalam seperti ini, alis yang tebal rahang yang tegas dan juga bibir yang sexy menambah kadar ketampanan nya saja”ucapku dalam hati *** POV ARGA Saat Elia sedang pergi ke dapur, aku mengambil ponsel dan mencari kontak tangan kananku James. “James, cari tau latar belakang Elia seketaris Mr. Adam bagian Keuangan, dan kau cari tau siapa pria yang telah berani melecehkan dia di Club tadi, segera”aku langsung mematikan panggilan secara sepihak. James ialah tangan kanan ku yang sangat setia dan sudah bekerja dengan ku cukup lama. Umur nya tidak juah dariku, dia hanya lebih tua dariku 3tahun saja. Saat membalikan tubuh, kulihat Elia berjalan mendakati ku dengan membawa tray yang di atasnya ada kotak p3k,handuk kecil,air dingin serta segelas air putih. Aku memperhatikan setiap pergerakan yang dia lakukan, dari mulai meletakan tray ke meja kemudian ikut duduk di sebelahku. Tangan lembutnya mulai mengobati luka yang ada di wajahku, dengan jarak sedekat ini aku bisa melihat wajah cantik nya dari dekat tanpa halangan apapun. Aku menikmati setiap sentuhanya pada wajahku. Saat dia menyentuh rambut ku dan mengusap nya ke belakang wajahku dan wajahnya semakin dekat, ku perhatikan setiap inci wajah nya, muka yang bersih dan natural, alis yang rapi bulu mata yang lentik serta bibir yang manis dan sexy itu. Dan tanpa sadar aku memegang pergelangan tangan Elia yang membuatnya sedikit terkejut dan berhenti mengompres luka di wajahku. Untuk beberapa detik kami saling bertatapan satu sama lain, sampai pada akhirnya ada suara yang tidak di harapkan. “Tok...tok...Elia, ini aku Sarah dan Leon”sial umpatku dalam hati. Aku pun melepaskan tangan nya, kemudian Elia pergi begitu mendengar suara ketukan pintu. Elia kemudian berdiri dan berjalan untuk membuka pintu untuk Sarah dan Leon, meninggalkan Arga. “El kau tidak apa apa kan?”tanya Sarah langsung memeluk El begitu dia membukakan pintu untuknya, dia memeriksa dari ujung kaki hingga ujung kepalaku. “Aku tidak apa apa Sarah, kau sudah melihatnya sendiri bukan”ucap El sambil melepaskan Ci. “Heii kau tidak apa apa Baby El?”sekarang giliran Leon yang bertanya padaku dan langsung memeluk ku. “Huftt aku sudah bilang tidak apa apa Leon”ucapku sambil melepaskan pelukan nya. “Syukurlah”ucapnya sambil mengulus lembut kepalaku. Leon memang seperti itu, sangat baik dan lembut pada ku, bukan hanya padaku saja tapi juga kepada Sarah. Tidak ada perasaan lebih di antara kita, murni kasih sayang kepada seorang teman. “Kalau begitu lebih baik kita masuk ke dalam, di dalam ada Arga”ucapku pada mereka. Mereka telah duduk berkumpul di ruang tamu Elia, Sarah yang masih mengkhawatirkan kondisi El dan Leon yang sedang berbicara dengan Arga. “El siapa yang melakukan ini, apa itu si b******k Vino?”tanya Leon tiba tiba. “Apa benar itu si b******k Vino El?”timpal Sarah dengan sedikit mengguncang tubuhnya. Elia yang tiba tiba di tanya begitu, seketika gugup dan tidak tahu harus menjawab apa. Elia bukan nya tidak ingin memberitahu kepada mereka tetapi dia tidak ingin suasana menjadi rumit nanti nya. “Aaa aku tidak tahu siapa pria itu Leon, tiba tiba saja dia datang memeluk ku dan ingin mencium ku, seperti nya dia pria yang sedang mabuk” jawabku dengan sedikit gugup. “Jangan berbohong El, jika itu memang Vino beritahui saja.”Leon tidak yakin dengan jawaban El, meskipun itu bisa terbilang benar karna di Club banyak orang yang mabuk. “Tteentu saja aku tidak bohong Leon, lagi pula mana mungkin dia berani mendekati ku lagi” ucap Elia, karena perlakuan Vino yang semakin kasar dan terlalu obsesi dengan El, Leon memberitahi orangtua nya dan yang terjadi orangtua Elia mengancam akan membatalkan kontrak kerja dengan perusahaan ayah Vino, setelah itu Vino tidak pernah lagi mengganggu Elia sampai akhirnya dia kembali muncul di hidup Elia. “Tapi apa kau ingat ciri ciri pria itu El”kini giliran Sarah yang bertanya. “Aku tidak terlalu mengingat nya Sarah” bohong El. “Sepertinya kita harus meminta rekaman cctv kepada pihak Club, agar mudah mencari pelaku nya”timpal Leon. “Ah tidak usah Leon, lagi pula Arga tadi sudah menghajar pria itu habis habisan sampai wajah Arga pun luka dan memar.”elak Elia. “Tapi dia sudah keterlaluan padamau El?”bantah Sarah. “Tidak apa apa Sarah, aku memaklumi nya karena dia sedang mabuk”aku berusaha menyakinkan mereka. “Baiklah kalau itu mau mu, tapi kau sungguh sudah tidak apa apa bukan?”tanya Sarah. “Kau sangat berlebihan Sarah, aku tidak apa apa”ucap El dengan penuh keyakinan, walaupun sesungguhnya dia masih sedikit takut. Tbc..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD