Bab Empat

1312 Words
Beberapa saat sebelum kejadian itu, mereka tengah berbincang begitu juga dengan Arga. Arga dan Sarah pun sudah berkenalan, ternyata Arga adalah sahabat kuliah Leon. “Leon, mengapa Elia lama sekali pergi ke toilet?”tanya Sarah dengan khawatir, dia takut terjadi apa apa dengan sahabatnya itu. “Apa perlu aku pergi untuk mengeceknya”tawar Leon. “Tentu saja kau harus mengeceknya bodoh”omel Sarah. “Heii santai saja, mengapa kau mengatai ku bodoh. Aku kan hanya bertanya”kesal Leon. Ya seperti itulah mereka selalu saja bertengkar. Di sisi lain Arga pun merasa kan hal yang sama dengan Sarah, mengapa wanita yang bernama Elia itu lama sekali. “Aku ingin pergi ke toilet sekalian mencari wanita itu, kau tidak usah pergi biar aku saja yang mencarinya”ucap Arga dan segera pergi. “Apa kau serius Arga?”tanya Leon, tetapi Arga sudah pergi menjauh. “Ck dasar pria aneh, tidak biasanya dia perduli dengan wanita apalagi baru bertemu beberapa menit yang lalu”ucap Leon. “Baguslah jika sahabatmu itu perduli dengan El, siapa tau mereka berjodoh”timpal Sarah. “Kau benar juga Sarah, setelah putus dengan pria kasar yang sangat terobsesi dengan El, dia tidak pernah berkencan dengan siapapun”ucap Leon dengan antusias. “Ya kau benar Leon”balas Sarah dengan meminum alkoholnya. ** POV ARGA Setelah Sarah mengatakan bahwa El sudah lama berada di toilet dan belum kembali kesini lagi, entah mengapa aku merasa khawatir denganya. “Ada apa denganmu Arga?”batinku. Aku pun berasalan pergi ke toilet untuk mencari Elia. Saat sedang berjalan di lorong menuju toilet aku mendengar wanita minta tolong. “Oh s**t itu Elia” Elia sedang dalam pelukan paksa seorang pria yang berusaha untuk menciumnya. Tanpa basa basi aku langsung menarik dan menghajar pria itu sampai tersungkur tanpa memberinya ampun.Aku bahkan tidak mendengar suara lirih Elia yang menyuruh berhenti, sampai ada beberapa orang yang memisahkan kami. Setelah pria tadi pergi aku langsung menghampiri Elia dan menenangkan nya. Dia terlihat sangat lemas,syok sampai berkeringat dingin Aku memegang bahu dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya. “Hei apa kau baik baik saja, pria b******k tadi sudah pergi”ucapku menenangkan nya, tapi dia hanya terdiam. Setelah dia cukup tenang aku membantu nya untuk berdiri dan mencari tempat duduk. Aku merasakan dia meremas kemeja ku sangat kencang. “Kau tunggu disini sebentar, aku ingin mencari air putih untukmu”tetapi saat hendak berdiri dia menarik kemeja ku. “Tolong jangan tinggalkan aku sendirian”Elia berucap sangat pelan tapi masih ku dengar. “Baiklah” Lalu ku panggil salah satu pelayan yang kebetulan lewat disini. “Hei kau kemarilah, tolong cepat bawakan aku air putih”aku menyuruh pelayan itu untuk membawakan air putih untuk Elia. Tidak lama kemudian pelayan tadi membawakan air putih. “Minumlah air putih ini” Dia lalu menoleh kepadaku dan langsung meminum nya tapi hanya sedikit. “Terimakasih anda sudah mau menolong saya Mr.Arga”ucap Elia padaku. Tapi kenapa dia berbicara sangat formal padaku padahal ini tidak berada di lingkungan kantor. “Jangan berbicara formal padaku, kita bukan sedang berada di kantor, panggil aku Arga”ucapku padanya. “Bbaiiklah Arga terimakasih atas bantuanmu”ucapnya sedikit gugup, tapi mengapa itu sangat menggemaskan bagiku. ** POV ELIA Sungguh aku rasanya ingin mati saja saat Arga menyingkirkan rambut dari wajahku. Jantungku semakin berpacu sangat cepat. Aku sangat berterimakasih kepada Arga karena dia sudah menolongku dari Vino. Sungguh aku sangat ketakutan kenapa dia ada disini dan seperti itu kepadaku tadi, badan ku rasanya lemas sampai keringat dingin. Memang setelah putus dari Vino aku sangat menghindari pria itu, dia adalah pria gila yang sangat terobsesi padaku dan kasar. Mungkin waktu awal berpacaran terlihat biasa saja namun setelah berjalan satu tahun sifat aslinya keluar, dan aku memutuskan untuk meminta mengakhiri hubungan ini. Tapi dia tidak ingin putus dan membuat ku ketakutan karena dia selalu saja menggangguku dan terkadang masih bersikap kasar. Saat aku melihat wajahnya, disana ada memar yang sedikit berwarna biru, aku jadi merasa bersalah kepada Arga. “Arga bolehkah aku meminta tolong padamu?”ucapku dengan sangat pelan, entah Arga bisa mendengar nya atau tidak. “Ya”ucapnya dengan menatapku. “Bisakah kau mengantarku keruangan tadi, aku ingin mengajak Sarah pulang” “Biar aku saja yang mengantar mu pulang”tawar Arga padaku. “Tidak perlu, aku tidak ingin merepotkan mu lagi Arga”tolak ku dengan ramah. “Tidak apa apa, Mari aku antar kau pulang”ajak Arga sambil membantu ku untuk berdiri. ”Tapi bagaimana dengan Sarah dan Leon?”tanyaku. “Aku nanti yang akan memberi tahu kepada mereka, sekarang aku antar kau pulang dulu”ajak Arga sambil memegang bahuku untuk berdiri. Ketika di perjalanan hanya ada suara kendaraan saja, aku dan Arga tidak ada yang membuka suara. Aku merasa canggung duduk satu mobil dengan CEO tampan ku ini. “Aku harus mengantarmu kemana”tiba tiba Arga membuka suaranya. “Ah yaa”lalu aku memberi tahu alamat Apartement ku. ** POV ARGA Ketika sudah sampai di Apartement Elia, kulihat dia sedang tertidur dengan mata yang sedikit bengkak karena dia tadi menangis. “Elia bangunlah, kita sudah sampai”aku mencoba membangunkan nya, lalu ku perhatikan wajahnya dari dekat. Dia sangat cantik dengan make up yang natural itu. “Hoam benarkah kita sudah sampai, astaga”dia terkejut begitu membuka mata, wajahku sangat dekat dengan wajahnya. Tanpa rasa bersalah aku memundurkan wajah ku, aku sungguh terpesona dengan wajah cantik wanita ini. “Kita sudah sampai Elia, apa aku perlu mengantarmu sampai ke atas”tawarku. “Sebenarnya tidak perlu, aku bisa jalan sendiri. Tapi bisakah kau ikut dengan ku ke atas, aku ingin mengobati luka yang ada di wajahmu”tawar nya dengan sangat lembut. “Tidak perlu Elia, aku bisa mengobati nya sendiri”tolak ku. “Aku mohon biar aku saja yang mengobati mu, itu terjadi juga karena kau telah menolong ku” “Baiklah kalau itu mau mu”aku mengiyakan keinginan Elia. Lalu kami pun keluar mobil dan menuju lantai atas menggunakan lift, di dalam lift pun kami hanya terdiam dengan pikiran masing masing. Ku lihat Elia seperti sedang memikirkan sesuatu dengan tangan memijat peilipisnya. “Apa kau baik baik saja” tanyaku. “Ya aku baik baik saja Arga, hanya sedikit pusing”ucapnya dengan sedikit mendongak menatapku, karena tinggi Elia hanya sebatas pundak ku. “Baiklah” Kami pun telah tiba di depan unit apartement Elia, setelah berhasil membuka pintunya dia mempersilahkan ku masuk. Di lain tempat Sarah dan Leon, menunggu kedatangan Arga Serta El. “Leon mengapa mereka lama sekali, atau terjadi sesuatu pada mereka?”cemas Sarah “Tidak mungkin Sarah, lagia pula ini tempat yang ramai”ucap Leon menenangkan Sarah agar tidak khawatir dengan Elia. Tiba tiba saja ponsel Leon berdering dan itu adalah panggilan masuk dari Arga. “Arga, kenapa kau lama sekali mencari Elia”tanya Leon. “Tadi ada sedikit masalah Leon, seorang pria berusaha melecehkan Elia tapi aku sudah menangani itu dan sekarang aku berada di dalam mobil untuk mengantar nya pulang, dia tadi sangat syok dan ketakutan tapi sekarang sudah aman bersamaku, jangan lupa kau beritahu Sarah”balas Arga. “b******k, siapa pria itu Arga. Apa kau mengenal pria itu? “Entahlah, aku tidak begitu memperhatikan wajahnya tadi” “Aku dan Sarah akan menyusul ke Apartment Elia, tolong jaga dia dude”ucap Leon dengan sedikit cemas. “Tentu”Arga menutup panggilan itu. Sarah mendengar pembicaraan Leon dan Arga, “Apa Elia baik baik saja Leon?”tanya Sarah dengan nada khawatir. “Tidak Sarah, ada pria yang hendak melecehkan Elia dia syok dan sangat ketakutan.”jawab Leon. “b******k, siapa kira kira pria itu Leon. Apa mungkin itu pria b******k si Vino itu?”ucap Sarah dengan menerka nerka. “Aku tidak tahu, sebaiknya kita pergi menuju apartement Elia”ajak Leon. Sebelum pergi, mereka berpamitan dengan yang lain nya, tapi mereka tidak menceritakan yang telah terjadi kepada Elia. Tbc..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD