Nana terkejut karena saat dia turun ke bawah di sana sudah ada Galang bersama maminya. Nana kemudian melihat jam dan baru jam 7 pagi.
"Kok lo udah di sini aja sih?" Tanya Nana kemudian menuju dapur.
"Ya kan gue mau ngobrol dulu sama tante cantik ini." Jawab Galang dengan sopan.
"Ah kamu bisa aja sih Lang ambil hati mami, panggil mami aja ya jangan panggil tante."
Nana yang mendengar itu merasa geli karena maminya akrab dengan Galang saat pertama ki bertemu dan belum ada status antara mereka. Akhirnya Nana membiarkan Galang dan maminya ngobrol sementara ia bersiap. Setelah 30 menit akhirnya Nana selesai berdandan.
"Yuk keburu siang."
"Mami Galang berangkat dulu ya." Pamit Galang.
"Hati - hati lo Lang bawa anak mami." Dibalas hormat Oleh Galang.
"Mau bawain nenek kamu apa? Mmmmm mampir ke toko bunga bentar ya."
"Ok."
***
Hari ini merupakan hari weekend dimana para pekerja dapat beristirahat dengan santai. Pagi pukul 8 Gilang, Selvi, Galang dan Nana sudah berada di rumah nenek.
"Haloooo nenek ku sayang." Sapa Galang sambil peluk nenek.
"Kamu kebiasaan teriak - teriak, salam dulu jangan lupa." Omel nenek.
"Assalamualaikum nenek ku yang cantik."
"Waalaikumsalam cucuku." Balas nenek.
"Nek." Selvi salaman dengan nenek dilanjut dengan Gilang.
Saat ini giliran Nana untuk bersalaman dengan nenek.
"Selamat pagi nek, perkenalkan saya Nana." Nana memperkenalkan diri setelah bersalaman dengan nenek.
"Pagii duh cantiknya pacar Galang ya?" Tanya nenek.
"Doakan ya nek cepat terima Galang." Jawab Galang menyela ucapan Nana dan dihadiahi Nana sikutan maut.
"Nek aku bawakan bolu pisang kesukaan nenek semoga nenek suka ya."
"Sel tolong buatkan kita teh ya." Pinta nenek kepada Selvi kemudian Selvi ke dapur.
"Nana ini sudah lama ya kenal Galang?"
"Belum nek baru sekitar 5 bulan."
"Oalah kamu kerja dimana?"
"Saya kerja di perusahaannya pak Andre nek?"
"Oh yaampun di tempatnya Andre jadi sekretarisnya ya?"
"Ah bukan nek saya bagian HRD."
"Oalah iya."
"Daritadi yang ditanyaain Nana terus Galang sama kak Gilang dicuekin."
"Kalau kalian engga usah ditanyain pasti juga sehat." Balas nenek.
"Kalian sudah sarapan?"
"Sudah nek." Jawab mereka berempat.
"Yaudah kalau gitu kalian istirahat dulu nenek mau melanjutkan merajut. Nana kalau mau berkeliling suruh temani Galang ya nenek mau lanjut rajut dulu."
"Baik nek semangat ya."
Kemudian mereka berempat melanjutkan obrolan di ruang keluarga.
"Hai Na kenalin aku Selvi kakaknya Galang, salam kenal ya maaf baru nyapa."
"Hai kak perkenalkan aku Nana senang berkenalan dengan kak Selvi." Acara kenalan dilanjutkan oleh Gilang.
"Galang pinter banget milih ceweknya." Goda Selvi.
"Pantes nongkrong di kantor Andre terus." Timpal Gilang.
"Enak aja nongkrong dikira cafe." Jawab Galang
"Yuk kak main PS biarin mereka ngobrol." Ajak
Galang dan disetujui Gilang.
"Gimana Galang orangnya bawel?"
"Iya kak emang gitu ya dia pusing aku kak ngadepin dia."
"Wkwkwk ya gitu Na dia lebih cerewet dan bawel daripada Gilang yang buat suasana rumah jadi rame ya dia ini."
Kemudian handphone Nana bergetsr dan menandakan ada panggilan masuk yang berasal dari Sandra. Nana pamit buat angkat telpon kepada Selvi.
"Halo San gimana?"
"......... "
"Aaaa so sorry ya gue lupa."
"........ "
"Gue lagi di tempat neneknya Galang ini, sorry lupa kita ada janjian buat ke mall gimana kalau diganti nanti malem aja?"
"......... "
"Oke cintaaa yaudah ya aku tutup. See you ya bestie."
".......... "
Setelah percakapan via telpon selesai kemudian Nana balik ke ruang tengah.
"Sudah telponnya dari pacar ya?" Tanya Selvi bercanda.
"Ah bukan kok kak dari Sandra temen aku yang kerja di pak Gilang."
"Oh dari Sandra kalian temenan ya?"
"Iya kak sejak kuliah."
"Btw jangan panggil pak Gilang panggil kak Gilang aja seperti Galang ya."
Kemudian mereka melanjutkan obrolan sampai beberapa jam. Setelah itu Selvi mengantarkan Nana ke kamar tempat istirahatnya dan Selvi kemudian masuk ke kamar yang biasanya mereka tinggali ketika berada di rumah nenek.
Ketika masuk kamar Selvi melihat suaminya sedang duduk di kursi baca ia sedang membaca buku yang entahlah Selvi tidak tahu. Kemudian Selvi masuk kamar mandi untuk membersihkan diri setelah dari kamar mandi pun Gilang belum selesai membacanya dan Selvi mulai merasa bosan menunggu Gilang.
"Hon bukumu itu lebih menarik ya daripada istrinya? Daritadi fokus terus baca bukunya istri sampe dicuekin." Gerutu Selvi.
"Kenapa cemburu?"
"Iya tentu cemburu tiap weekdays aja kerja kita ketemu dikit eh pas weekend tetep aja ditinggal." Adu Selvi.
"Wkwkwk oke meluncur ranjang."
"Mau peluk." Pinta Selvi dengan manja.
"Oke peluk sampe nanti sore."
"Apaan sih nanti aku mau bantu nenek masak sekarang kita tidur yuk."
Mereka tertidur dengan posisi saling memeluk. Selvi merasa nyaman berada dipelukan Gilang.
****
Gilang dan Galang saat ini sedang olahraga disekitar rumah nenek meninggalkan Selvi dan Nana. Selvi, Nana serta nenek sedang mengobrol didekat kolam renang mereka mengobrol santai saja sambil bercanda.
Kini sang nenek menyuruh Nana untuk membuatkan teh dan mengambilkan bolu yang dibuat Selvi. Sang nenek sedang ingin berbicara serius dengan Selvi mumpung Gilang dan Galang sedang pergi. Setelah kepergian Nana keheningan terjadi cukup lama kemudian nenek memulai pembicaraan.
"Selvi kamu tahu saat ini nenek sudah semakin tua, kamu tahu apa permintaan nenek dan hanya satu permintaan nenek yaitu agar kamu dan Gilang cepat memiliki momongan. Nenek awalnya tidak terlalu memikirkan kalian ingin punya anak atau tidak tapi akhirnya nenek sadar bahwa kalian harus punya anak agar dapat melanjutkan perusahaan."
Selvi mendengarkan nenek berbicara ia memilih diam.
"Kamu tahu nenek menyayangimu nenek selalu mendukungmu selama tapi kamu juga harus inget bahwa nenek ingin segera memiliki cicit kamu harus tahu sampai saat ini nenek hanya menunggu agar nenek bisa melihat cicit nenek." Jelas Nenek
"Nenek tentu juga tahu usaha aku dan Gilang selama ini untuk mendapatkan anak, awalnya aku dan Gilang sepakat untuk tidak memikirkan permintaan keluarga yang meminta aku agar cepat hamil tapi apakah nenek tahu permintaan kalian dan desakan kalian membuat aku stress nek. Aku menyayangi kalian aku nerusaha untuk adopsi anak tapi kalian tidak ingin apabila bukan darah Wijaya." Cerita Selvi diakhiri dengan tangisan.
"Apakah hasil tes kamu dan Gilang benar hanya karena kamu yang kurang subur?" Tanya nenek. (Hehehe aku disini cuma ngasal ya gaes bilang apakah Selvi kurang subur, apabila salah mohon maaf).
"Apa nenek sekarang tidak percaya dengan aku apa nenek menuduhku bahwa aku mandul? " Tanya Selvi dengan rasa tersinggung.
"Nenek hanya bertanya dan apabila jawabannya iya kamu mandul maka cepatlah cari solusi agar kami memiliki calon penerus."
"Nenek harus tahu bahwa masih ada Galang nek."
"Kamu juga harus ingat Selvi bahwa Galang sudah ada hotel yang ia kelola." Ingat nenek kepada Selvi.
"Lalu opsi apa yang nenek berikan untuk permasalahan ini. Apa nenek ingin Gilang menikah lagi?" Tebak Selvi.
"Apabila itu yang terbaik apa boleh buat. Nenek tidak ingin egois tapi kamu juga harus sadar diri untuk memberikan Gilang anak."
"Hikss hikss nenek apakah ini solusinya yang paling benar?"
"Kamu pikirkan lagi saja yang terbaik untuk kalian."
Setelah itu nenek pergi menuju kamar.
Sedari tadi Nana tak sengaja mendengarkan obrolan mereka, Nana tentu shock mendengar keinginan sang nenek Galang tersebut agar Selvi menyuruh Gilang untuk menikah lagi. Setelah itu dia berjalan menuju ke dapur lagi untuk menetralkan detak jantungnya. 10 menit kemudian Nana menghampiri Selvi yang ia lihat Selvi sudah tidak menangis.
"Loh kok kakak sendiri nenek dimana?" Nana pura - pura tidak tahu hal apa yang barusan terjadi antara nenek dan Selvi.
"Oh nenek ke kamar istirahat, sini tehnya kita minum aja."
"Apa aku perlu kasih ke nenek bolunya dan tehnya kak takutnya nenek ingin sekali."
"Engga usah nanti nenek minta sama Mirna." Jelas Selvi. Mirna adalah pekerja rumah di nenek.
"Baik kak." Kemudian mereka mencicipi bolu pisang buatan Selvi.
"Gimana rasanya?"
"Enak kak manisnya pas."
"Ah syukurlah kalau berhasil, aku beberapa minggu ini mulai ikut kursus bikin kue"
"Ah begitu kalau aku biasanya belajar bikin kuesama Sandra kak."
"Ah apa dia jago buta kue?"
"Iya kak dia jago buat kue."
"Itu mereka pulang." Ujar Selvi.
"Mereka olahraga lama amat emang engga capek apa ya kak?" Tanya Selvi.
"Engga tahu mungkin sekalian ngobrol kali kan mereka jarang bertemu." Jelas Selvi dan diangguki oleh Nana.
****
Saat ini Gilang sedang berada di kamar nenek ia sedang mengobrol dengan neneknya. Dia sudah lama tidak mengobrol dengan nenek berdua seperti ini. Di memijat tangan neneknya.
"Sudah lama aku engga pijatin nenek."
"Kamu sibuk terus kamu juga jarang menginap disini sekarang."
"Maaf ya nek Gilang akan sering - sering menginap disini."
"Iya engga papa penting kamu sehat dan bahagia nenek senang. Apakah kamu tidak masalah hidup dengan Selvi tanpa kehadiran anak?" Tiba - tiba nenek membahas anak.
Sebelum menjawab pertanyaan nenek Gilang termenung terlebih dahulu dia berpikir apakah dia akan baik - baik saja tanpa kehadiran anak ditengah - tengah pernikahannya karena dia suka anak kecil. Kemudian Gilang menghela nafas.
"Nenek tahukan Gilang suka anak kecil, Gilang sedang berusaha baik - baik saja nek." Jawab Gilang.
Mendengar jawaban sang cucu nenek kemudian memeluk Gilang dan memberikan nasehat kepada Gilang.