11. Bilang Sayang

1242 Words

Terdengar suara berisik di dapur ketika Bas bangun. Ia menyingkap selimut yang membalut dirinya di atas sofa. “Sayang… kau lagi apa? Kau memasak?” Dengan mata masih setengah mengantuk bergegas Bas menuju dapur. Hari ini Mbok Nem tidak masuk, ia kuatir jika membiarkan Amanda sendirian di dapur. “Sayang, kau tidak perlu…” Kalimatnya terhenti ketika melihat bukan Amanda yang berada di ruangan itu. “Oh, kau, Ayana.” “Iya Pak,” jawab Ayana sedikit kecewa, ia sempat berpikir panggilan sayang itu untuknya. “Bapak mau mandi air hangat?” Gadis itu menawarkan. Pemanas air otomatis sedang rusak sehingga ia harus memanaskan air secara manual jikalau suaminya ingin mandi air hangat. Terlalu banyak hal yang diurus menjelang pernikahan, hingga pemanas air yang rusak luput dari perhatian seisi rumah.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD