16. Pelukan

1203 Words

“Hanya sampai lutut saja, ingat!” Bas akhirnya bersedia dipijat oleh Ayana dengan syarat ketentuan berlaku. “Iya.. iya.. takut amat sih Pak!” sahut Ayana kesal. Tiba-tiba terbersit pikiran menjahili Bas. Tangan Ayana meraih ujung baju kaos yang dikenakan Bas, lalu menyingkapnya.“ Hei Ayana kau mau apa?” Bas panik. Ayana diam-diam tersenyum, geli melihat ekspresi Bas. “Perut bapak bunyi tuh dari tadi, mau saya kasih minyak kayu putih. Boleh nggak?” “Kemarikan, biar aku sendiri!” sentak Bas. Dengan cemberut Ayana meletakkan botol minyak kayu putih di atas telapak tangan Bas yang terulur ke arahnya. Ia kembali fokus memijat kaki Bas. Mengurut dengan tekanan yang pas. Tidak terlalu keras tidak juga terlalu pelan. Bas sebenarnya merasa nyaman tapi tak mau mengakuinya. Beberapa saat kemudi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD