Kira masih bersandar di d**a bidang Brian. Menghirup aroma tubuh alami lelaki itu yang bercampur bau obat dan antiseptik khas rumah sakit di ruangan. Tangannya bergerak menepuk-nepuk pelan d**a itu seolah memberi ketenangan pada sang empunya. Merasakan detak jantung dan suara napas Brian adalah sebuah anugerah yang tak tertandingi. Kira sangat menyukainya. "Jadi kamu menjalani operasi beberapa hari lalu?" tanya Kira. Dia lalu memberi sedikit jarak, mendongak menatap wajah Brian. "Cuma operasi kecil," balas lelaki itu dengan senyuman tipis. Kira merengut. Tangannya terangkat menyentuh kepala Brian yang ditutup sejenis kain putih yang menutupi hampir seluruh bagian belakang kepalanya. Lalu sebuah desisan kecil yang menyerupai ringisan ngeri keluar dari bibir Kira. "Kamu bilang ini opera

