BAB 54

1233 Words

Sosok itu keluar dari kegelapan di belakang cahaya lampu sorot. Berjalan ke depan dengan beberapa orang di sisinya. Sampai ketika Brian mengangkat wajah... “Kamu—Pak Fadi!” “Senang bertemu kembali.” Dia orang itu. Orang yang sama yang nyaris membunuhnya. Si pemuda berambut cokelat kemerahan yang kali ini melepas topi miliknya hingga wajahnya tampak sangat jelas. Dan Fadi, astaga. Bagaimana bisa dia terjebak dengannya saat ini? “Lepaskan dia,” ujar Brian, menatap nyalang pada si lelaki asing, lalu pada Fadi yang terkulai lemas dengan posisi berlutut sementara wajahnya penuh dengan memar dan lebam, tanda bahwa dia sudah dipukuli oleh orang-orang tersebut. “Tidak, sebelum Anda memastikan menghentikan pengusutan kasus ini, Pak Jaksa.” Lelaki itu mensedekapkan tangan di d**a. Tatapan mata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD