“Sekejam dan semengerikan apa pun seorang monster, dia mengenal dan mencintai anaknya sendiri. Bukankah begitu? Jadi Ayah, berhentilah. Demi aku, anak yang Ayah cinta dan sayangi.” *** “Baiklah. Aku memiliki rencana manis untuk kalian berdua.” Brian seketika menatap Anhar dengan tajam. Apa yang akan dilakukan lelaki tua itu sekarang? Brian mohon, semoga itu tidak seburuk yang dia pikirkan. Semoga Kira—bugh! Brian terperanjat saat tiba-tiba tanpa diduga seorang lelaki pertengahan usia dua puluhan yang tadi ada di sisi Anhar memukul Kira menggunakan sebatang kayu. Brian jelas saja langsung memberontak dari seseorang yang tengah menahannya. Persetan dengan kepalanya yang sakit dan pening. Persetan dengan tubuhnya yang saat ini ringkih. Brian tidak bisa menyaksikan ini. Dia merangkak mengh

