“Anda sudah mendapatkan informasi dari Pak Fadi, Pak?” Brian meletakkan ponselnya usai menerima panggilan dari Fadi. Memijit pelipisnya yang terasa sakit. “Tidak ada hal yang istimewa. Tapi, fakta bahwa mereka pernah tinggal di satu panti asuhan yang sama setidaknya merupakan benah merah yang akan membuat segalanya jelas jika kita jeli,” balas Brian. “Langkah selanjutnya apa yang akan Anda lakukan?” “Menunggu Rendi agak pulih, dan mencari tahu keberadaan Sela dengan apa pun caranya,” balas Brian mantap. Ditatapnya arloji yang bertengger di lengan. Kemudian Brian beranjak dari tempatnya duduk. “Saya harus mengunjungi Rendi untuk memastikan keadaannya. Pastikan bahwa berkas-berkas kasus lain selesai, sementara Fadi dalam perjalanan ke sini.” “Baik, Pak.” Venita manut segera. *** Bri

