29

2229 Words

Jino menatap Ana dari atas sampai bawah. Celana pendek hitam longgar selutut, kaos oblong hitam, dan tas pinggang yang warnanya hitam juga. Makeupnya tipis, dengan rambut cepaknya yang enggak disisir, dan emang gak pernah disisir. "Kenapa? Gue cantik ya?" tanya Ana sambil berlagak centil, membuat Jino memasang ekspresi masam. "Na, gak ada... baju yang warnanya unyu-unyu gitu?" Jino bertanya dengan hati-hati. Ana terdiam sejenak untuk berpikir. "Gak ada kayaknya, baju gue adanya cuman warna item, abu-abu, merah sama putih. Kenapa? Baju gue jelek ya?" Jino menggaruk telinganya. "Gak, bagus kok, malah lo keliatan keren kayak gini. Tapi gimana kalau poni lo diiket jadi kayak apel gitu?" "Gak mau ah, jidat gue kan gede, nanti jadi jelek kalau diiket kayak gitu. Lagian emang kenapa sih?" J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD