30

1746 Words

Jino menge-cek saldonya di rekeningnya, sambil menggigiti ibu jarinya. Hanya dalam kurun waktu beberapa bulan, Jino tahu tabungannya tidak akan cukup untuk membuat pesta ulang tahunnya dengan Ana, sekaligus membelikan gadis itu cincin untuk melamarnya. Tidak, tidak. Jino tidak akan langsung menikahinya, ia hanya mau melamarnya dan bertunangan dulu. Mana kemarin sebagian uangnya digunakan untuk membelikan Ibunya baju, dan Ayahnya dasi. Itu juga atas saran Ana, waktu Jino menerima gaji pertama dari Ardan. Padahal niat Jino uangnya buat ditabung untuk marayakan ulang tahun dan membeli cincin. Tapi Ana tidak tahu sih. Yah, lagi pula keduanya sama-sama beranggapan keluarga adalah yang utama. Jadi tanpa pikir panjang, Jino langsung menuruti saran Ana untuk membelikan kedua orang tuanya hadiah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD