25

2021 Words

Ana melirik Jino yang masih murung. Waktu Tora meninggalkannya juga dia sedih, padahal dia hanya sebentar berteman dengan Tora. Bagaimana dengan Jino? "Lo masih mau tetep ke sekolah adek-adek gue?" Jino menepuk-nepuk kedua pipinya. "Jadi!" seru Jino. "Lagian udah di jalan gini." "Gue sebenernya masih gak ngerti kenapa Tora tiba-tiba mau pergi. Tanpa ngomong-ngomong lagi, bilangnya pas udah mau dua minggu pergi. Padahal dia udah janji mau kuliah di sini aja, gak akan keluar kota apa lagi keluar negeri. Tapi apa coba? Tiba-tiba dia bilang mau pergi, kuliah di luar negeri, bahkan nanti udah pasti bakal kerja di sana juga. Hahhh... gimana gue gak sakit hati coba? Selain dia janji mau kuliah di sini, kita juga udah janjian buat ngelakuin ini dan itu, setelah kita semua, berdelapan, selesai p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD