Ana tidak bilang apa-apa, dia hanya langsung membuka laci meja belajarnya, dan mengambil map berisi hasil pemeriksaan, serta surat-surat dari rumah sakit. Ana kemudian menyerahkannya pada Jino, dan membiarkan pria itu membaca serta melihatnya. Jino pun bangkit duduk, dan membacanya dengan seksama. Ana duduk diam di sebelah Jino, sambil menunggu reaksinya. "Ini gimana? Lo kanker dua kali?" tidak disangka, Jino ternyata tidak langsung berteriak heboh, atau seperti dia yang biasanya. Yang suka memberi reaksi berlebihan. "Iya, gue kanker dua kali. Awal pertama kali gue kena kanker udah langsung ditanganin, jadi bisa sembuh. Soalnya emang baru stadium awal. Tapi baru-baru ini, kankernya balik lagi." Tutur Ana. "Kok bisa?" tanya Jino. "Yaa... soalnya ternyata akarnya masih ada. Padahal wa

