Cahaya lampu kristal memantulkan kilau emas di restoran yang cukup mewah itu. Di sudut ruangan, Surya dengan bangga memperkenalkan putra sulungnya pada seorang pria berwibawa. "Pak Haris Pramana, ini Chandra, putra sulung saya," ucap Surya, tangannya menepuk punggung Chandra. "Dialah yang akan meneruskan estafet kepemimpinan di Batara Group." Chandra menjabat tangan Haris dengan sikap hormat. "Bapak Haris, saya sering mendengar tentang kontribusi Bapak bagi perusahaan kami." Surya mengangguk antusias. "Pak Haris inilah penyelamat kita, Nak. Saat perusahaan hampir kolaps setahun lalu, dialah yang mengulurkan tangan." Haris tersenyum ramah, namun matanya yang tajam mengamati Chandra dengan cermat. "Ah, Surya, anda berlebihan. Ini hanya kerja sama bisnis yang saling menguntungkan." "Teta

