Naina baru saja mengikat tali halus pada lingerie yang dipesankan suaminya ketika terdengar deru mesin mobil memasuki carport. Sebuah senyum tipis mengembang di bibirnya. Kini dia berpindah ke depan cermin, matanya menelusuri setiap lekuk tubuhnya yang dibalut kain tipis berenda hitam, memastikan semuanya sempurna. Dia berbalik menuju pintu, namun kakinya terpaku di lantai. Telapak tangannya yang mendadak dingin menempel di tengkuknya. "Aduh, kenapa jadi deg-degan begini? Ini kan sudah kesekian kalinya," gumamnya pada bayangannya sendiri. Pintu kamar terbuka terdorong ke dalam. Naina terkesiap, langkahnya spontan mundur. Di balik pintu, Chandra berdiri tanpa jas hitam yang membungkus tubuhnya, menyisakan kemeja putihnya saja dan celana kain. Pandangan gelapnya menyapu seluruh penampilan

