Haris meletakkan ponsel dengan perlahan, seolah benda itu teramat berat. Tubuhnya roboh ke sandaran sofa, kedua tangannya menutupi wajah yang lelah sebelum akhirnya mengusapnya ke bawah, menarik napas dalam-dalam yang bergetar. "Mengapa kau mempermalukan keluarga kita begini, Vina?" gumamnya kosong ke ruangan yang sunyi. Januar diam mematung, pandangannya tertancap pada ponsel yang tergeletak tak berdaya di atas meja marmer. Sejak kembali dari rumah Rezka tadi, tekadnya sudah bulat, orangtuanya harus tahu kebenaran tentang kakaknya, meski konsekuensinya akan berdarah-darah. Davina pasti akan mengamuk bila tahu dialah yang membongkar rahasia ini. Tapi sebagai sesama pria, hati nuraninya tidak bisa membiarkan Chandra terus dikhianati. "Rezka ... benarkah?" suara Haris memecah kesunyian,

