Aku yang masih kebingunan langsung pergi ke kamar mandi dan mandi karena Sera tadi memberitahuku bahwa semua sudah siap. Selesai mandi, beberapa pelayan masuk lalu mulai mengeringkan rambutku dan menyisirnya. Setelahnya beberapa pelayan mengeluarkan beberapa baju dan aksesoris.
Aku menyuruh mereka memilihkan sesukanya karena malas memilih baju. Para pelayan itu langsung menyiapkan dengan cepat dan memberikanya padaku. Aku bangkit dan langsung berganti baju.
Baju yang aku kenakan sangat mewah untuk ukuran yang tidak akan pergi kemanapun. Aku duduk kembali dan mereka mulai merias dan menata rambutku.
Aku masih bingung, kenapa aku tiba-tiba masuk ke tubuh ini. Aku langsung bangun selesai mereka siap dan makanan sudah siap diatas meja.
“Ah ya Sera, dimana suamiku?” tanyaku.
Aku tidak tau namanya. Dan tidak tau harus memanggilnya apa. Kenapa, aku tidak ingat apapun?
“Suami?” tanya Sera penasaran.
Aku bingung melihat wajah Sera yang terlihat penasaran. Tunggu, apa jangan-jangan laki-laki tadi berbohong padaku. Awas saja dia nanti.
“Laki-laki yang menyuruhmu menyiapkan keperluan mandiku!” jelasku tadi.
“Maafkan atas keterkejutan saya Nyonya. Tuan sudah berangkat kerja duluan.”
“Kamu terkejut kenapa?” tanyaku kemudian. Aku bingung tak mengerti.
“Ah itu, anda tidak biasanya memanggil tuan Suamiku.”
“Memangnya aku memanggil dia apa biasanya?” tanyaku penasaran.
“Ehmm.. Itu, anda biasanya manggil tuan, orang itu. Parasit. Gembel.”
Lagi-lagi aku dibuat terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa orang setampan itu dipanggil parasit, gembel. Sebenarnya, apa yang sedang terjadi sih?
Sera langsung mengucapkan permisi dan aku melanjutkan makanku tak yakin. Aku langsung bangun dan menuju kamarku tergesa-gesa.
Aku harus mencari informasi. Pertama dompet dan kedua handphone. Aku melihat KTP ku.
Artemisia Nyx putri Gennady.
Oke. Perempuan ini namanya Artemisia. Tadi pelayan itu juga manggil gitu. Aku pun melakukan searching dengan mengetikan namaku. Harusnya aku bisa menemukan sesuatu jika aku dilayani seperti orang terhormat begini. Terlebih bahasa disini juga bahasa Indonesia. Pasti masih di Indonesia.
Yes, ketemu. Aku langsung membacanya.
Tak...
Handphoneku jatuh.
Tidak mungkin. Tidak mungkin. Akhirnya semua jelas tadi. Kenapa mereka begitu terkejut. Bagaimana bisa aku masuk kedalam novel CINTA CEO. Lebih buruknya, aku masuk ke tubuh Artemisia. Pewaris tunggal G Group, dan istri dari pebisnis sukses Ryhsand Dirgantara yang mati.
Aku mengambil ponsel tersebut. Dan melihat tanggal dan tahun yang ada.
4 Maret 2017
Jika sekarang, tahun 2017 kapan aku akan mati kecelakaan dengan selingkuhanku itu, aku ingat di novel dikatakan, Artemisia dan Ryhsand menjalani pernikahan selama 2 tahun sebelum akhirnya mati kecelakaan bersama selingkuhannya.
Aku pun searching lagi, and s**t!!
Whatt the Hell...
Itu artinya aku sebentar lagi akan mati. Ini sudah 2 tahun pernikahan Artemisia dan Ryhsand. Anjir... Ya kali abis mati aku harus mati lagi.
Lagian kenapa sih di novel ga disebutin bulan berapa Artemisia matinya. Oh ya, aku ingat. Kalau nggak salah, Artemisia mati 40 hari setelah ayahnya mati. Oke, kita searching dulu si Gennady alias Pak Adi.
Pak Adi alias papanya Artemisia masih hidup, itu artinya aku punya waktu lebih dari 40 hari.
Kalau aku nggak salah ingat, Pak Adi itu tiada karena obatnya dicampur racun oleh saudaranya yang kemudian kematiannya disamarkan sebagai sakitnya yang kambuh.
30 hari setelah kematian ayahnya, Artemisia pergi ke Madrid dengan selingkuhannya. Tepat di hari ke-10 mereka pulang dan mengalami kecelakaan mobil. Tentu saja, kecelakaan itu dirancang untuk membunuh Artemisia si ahli waris tunggal.
Sayang sekali, alih-alih mendapat warisan mereka malah terancam kehilangan segalanya gara-gara warisan tersebut jatuh ke tangan Ryhsand. Para orang bodoh tidak tau terimakasih itu tidak tau bahwa Ryhsand dijadikan nomor urutan ke-3 dalam hak waris. Mereka pikir jika membunuh Artemisia mereka bisa mendapat harta itu dan menendang Ryhsand keluar dari perusahaan.
Alasan orang tidak tau diri itu membunuh Artemisia karena Gennady berkata akan memberikan seluruh hartanya ke putri tunggalnya jika putri tunggalnya itu mau menikah dengan Ryhsand. Jika menolak, Artemisia tidak akan mendapat sepeser pun. Dan jika Artemisia mau menikah ia akan mendapat seluruh harta ayahnya. Dengan catatan jika Artemisia bercerai dengan Ryhsand tanpa adanya anak kandung dalam hubungan mereka, harta warisan tersebut akan jatuh ke tangan Ryhsand. Dan jika Artemisia bercerai dan mereka memiliki anak, maka anak itu yang akan mendapat seluruh harta milik Gennady. Tentu saja Artemisia tidak terima. Ia menuntut ayahnya, hingga akhirnya ayahnya memberikan kelonggoran jika Ryhsand sendiri yang menceraikan Artemisia atau Artemisia menceraikan Ryhsand dengan tuntutan KDRT atau perselingkuhan barulah Artemisia bisa mendapatkan warisannya.
Sayangnya, apapun yang dilakukan oleh Artemisia, Ryhsand tidak pernah terpengaruh ataupun terprovokasi.
Bahkan di novel dijelaskan, Artemisia akan memberikan sebagian hartanya jika Ryhsand mau menceraikannya. Sayangnya, Ryhsand tidak tergoda.
Aku masih ingat, adegan dalam bab itu.
“Aku mohon Ryhsand. Tolong ceraikan aku. Aku janji akan memberikan sebagaian harta itu. Aku mohon padamu. Aku tidak mencintaimu.” mohon Artemisia. Itu pertama dan terakhir kalinya Artemisia memanggil nama Ryhsand.
“Nona, jujur ... Saya sama sekali tidak menginginkan harta itu.”
“Lalu katakan, aku akan melakukan apapun asal kamu mau bercerai dariku.”
“Nona, saya mohon. Sampai kapanpun saya tidak akan menceraikan anda. Terlebih jika anda berencana menikah dengan laki-laki itu setelah berpisah dari saya. Dia laki-laki yang buruk. Papa anda menyuruh saya untuk menjaga anda. Sekarang, hanya saya yang bisa menjaga anda.”
“Tutup mulutmu dasar rendahan!! Papaku sudah mati!! Dia sudah mati. Jadi berhenti menjadikan ayahku sebagai alasan. Jadi aku mohon bebaskan aku! Aku membencimu!”
Yah, sayangnya tak berselang lama dari pertengkaran itu Artemisia tiada. Itu yang dijelaskan di novel.
Ryhsand sangat terpukul harus kehilangan orang terdekatnya. Meski di pemakaman dia tidak menangis. Tapi sampai dirumah, Ryhsand menangis tersedu-sedu di kamar istrinya itu dengan menatap fotonya. Ia menyesal membiarkan Artemisia pergi liburan dengan selingkuhannya. Padahal Gennady orang yang telah menyelamatkan Ryhsand menyuruh Ryhsand untuk menjaga putri tunggalnya tapi ia gagal. Ryhsand menyalahkan dirinya sendiri.
Mungkin saja hanya Ryhsand yang menangis tulus atas kematian Artemisia. Sayangnya cobaan Ryhsand setelah itu sangat berat. Terlebih ketika seluruh harta warisan tersebut jatuh ditangan Ryhsand karena Ryhsand duduk di baris nomor ketiga yang mendapat warisan setelah Artemisia dan anak mereka nanti. Gara-gara itu keluarga besar Artemisia melaporkan Ryhsand dengan dugaan pembunuhan berencana.
Ryhsand ditangkap polisi. Terlebih banyak sekali dugaan yang sangat mencurigakan dan menyudutkan Ryhsand Seperti, Ryhsand sengaja membunuh istrinya karena istrinya tidak memperlakukannya dengan pantas, tidak melakukan kewajibannya, hingga berselingkuh sejak awal pernikahan mereka lalu yang terakhir harta warisan.
Karena Ryhsand yang tidak melakukan semua itu pada akhirnya, Ryhsand pun dibebaskan dan kasus ditutup begitu saja. Ryhsand tidak melaporkan keluarga Artemisia dengan pencemaran nama baik karena masih memandang mendiang istrinya. Dan yang terakhir kabar tentang perselingkuhan maupun Artemisia yang tidak pernah melakukannya selayaknya suami ditutup rapat-rapat agar tidak bocor. Hal ini dikarenakan Ryhsand ingin menjaga nama baik mendiang istrinya.
Sayangnya, kabar yang beredar lain. Ryhsand dituduh menyuap hukum agar bebas dari tuduhan pembuhan mertua dan istrinya karena harta warisan. Karena itu, ia dijuluki oleh Bos tiran bersarah dingin di kantornya. Seluruh orang bahkan pegawainya mempercayai rumor bohong itu. Dan hanya Pengacara keluarga Gennady, para pelayan di kediamannya, Azriel tangan kirinya serta Dante mantan tangan kiri Gennady yang kemudian menjadi tangan kanan Ryhsand yang mempercayai bahwa Ryhsand benar dan tidak bersalah. Lalu kemudian Bella si tokoh utama alias karyawan baru disana yang tidak mempercaya kabar burung yang beredar. Karena itu Ryhsand jadi memperhatikan Bella yang kemudian akhirnya mereka saling jatuh cinta.
Bukankah Artemisia bodoh karena tidak jatuh hati kepada Ryhsand? Ryhsand sangat tampan dan juga baik. Dia pria yang manis dan juga lembut. Ryhsand bukannya dingin ataupun kaku, dia hanya tidak tau bagaimana caranya memperlakukan perempuan. Itu pandangan Bella di novel. Sepertinya aku juga setuju dengan pandangan si tokoh utama.
Artemisia bodoh sekali.
Aku langsung mencari nomor selingkuhanku. Dan kebetulan ada panggilan yang masuk. Aku menjawabnya. Sepertinya tuhan berpihak padaku kali ini. Aku tidak perlu susah payah, laki-laki itu yang menelfonku.
Aku tersenyum. Aku harus bertahan hidup. Untuk yang pertama aku harus menemui Ryhsand dahulu untuk mencari informasi.