Seperti biasa setiap pagi aku selalu menjalani aktivitas Pergi dan bekerja, Kebetulan hari ini hari Sabtu. Biasanya hari Sabtu jam kerjanya cuma setengah hari.
"Rudi, tar malming kamu kemana?" Tanya Rangga.
"aku ga kemana mana, Kenapa ngga?" Tanyaku balik.
"Ga ada, cuma nanya aja. Emang kamu blom punya pacar?" ujarnya.
"blom ngga, emang kamu ga malming?" tanyaku lagi.
"Ya jelas donk, dengan yayank tercinta" ucapnya penuh semangat.
"Ciiee.. ciee.. Pantesan cepat banget kemas mengemas barang di Counter" ucapku sambil tersenyum.
Angga tanpa menjawab, berlalu pergi.
Waktu menunjukkan Pukul 14.00 WIB, seperti biasa kalau hari Sabtu setengah hari. Aku pun berkemas kemas barang barang pajangan, kemudian bersiap-siap untuk absen pulang
"Rudi, ntar hari Senin siapin bahan-bahan untuk presentasi saya di Hotel yah, karena saya mau menawarkan produk baru ke bos bos outlet/Grosir pukul 11.00 WIB" Ucap bos.
"Baik, siap pak, nanti Senin pagi pagi saya persiapkan" ucapku.
"Ok Rudi, saya balik pulang dulu ya" ucapnya. "Iya pak, saya juga mau pulang juga" ucapku.
"Ngomong-ngomong kamu ga malmingan nanti?" ujar si bos.
"Mo malming dengan siapa pak, lah pasangannya aja blom ada.." ujarku sambil garuk garuk kepala.
"waahh kasihan banget yaahh.." celetuk si bos sambil tersenyum.
Tak lama aku keluar berbarengan dengan si bos, dan saya langsung menyalakan motor kesayangan.
Kebiasaan ku Sepulang kerja aku bukannya langsung pulang kerumah, tapi aku menuju kerumahnya Zaki. sudah lama tak main kerumahnya. Ditengah perjalanan tiba-tiba Hp ku berdering, kemudian aku menepikan motor.
"Sudi? ada apa ya dia nelpon" tanyaku.
"Ya, halo Sud? ada apa?" ucapku bertanya.
"Rudi, Tar sore jam 5 kerumah ya.." ujarnya.
"lah ada apa Sud?" tanya ku penasaran.
"Pokoknya kamu datang ajalah, jangan banyak tanya.." ujarnya, lalu telfon ditutup.
"lah, orang belum selesai nanya malah ditutup" ujarku sambil melihat jam tangan.
"masih ada waktu 2 setengah jam lagi" ujarku.
Rencana kerumah Zaki dibatalkan, aku langsung balik kerumah.
Sesampainya Dirumah aku langsung ucapkan salam. Kebetulan jam segini ibu dan adikku tidur siang, sementara bapakku masih belum pulang kerja.
Sampai di kamar aku ganti pakaian, habis itu langsung rebahan, tak lama tertidur.
Waktu menunjukkan pukul 16.10 WIB, aku terjaga dan bersiap-siap mandi.
Karena teringat pesan Sudi tadi yang bikin penasaran. Setelah mandi dan bersiap-siap, aku pamitan dengan ibu.
"Mama, Rudi pamit dulu ya karena ada janji dengan Sudi, dan mungkin Rudi Maghrib ga pulang" ujarku.
"Iya Rud, hati-hati dijalan ya jaga diri" ucap ibu menasehati.
"iya ma.." ucapku.
"Ntar pulang jangan lupa oleh-oleh" celetuk adikku.
"Iya adikku sayang" ujarku.
Tidak menunggu waktu lama aku langsung menyalakan motor dan langsung tancap gas.
Sesampainya Dirumah Sudi, aku dengan segera menemui Sudi yang sudah menunggu diteras Rumahnya.
"Syukurlah, udah sampai sebelum waktunya" ujar Sudi.
"Emang kenapa Sud? Bikin penasaran aja" ujarku penasaran.
Ga lama Sudi mendekatiku dan berbisik. "Elisa sore ini mau kerumah dbareng Imah, mereka pulang dari sekolah, tadi Imah SMS Elisa bakalan singgah kerumah." ujar Sudi.
"Alhamdulillah, baguslah" ujarku senang.
"Yuk mari duduk, mau kopi atau teh?" tawar Sudi.
"Kalo sore gini enaknya ngopi Sud, kalo malem aku sukanya nge teh." ucapku.
"Oke deh, ditunggu ya.." ujarnya.
Tak beberapa lama Sudi keluar membawa dua cangkir kopi.
"Niihh kopinya siap, Monggo.. dinikmati" ujarnya.
Lagi asyik menikmati kopi, tiba tiba datang dua motor.
"Eehhh ada bang Rudi, Tumben kemari? "ucap Imah berbohong, karena siang tadi Imah sudah menelfon Sudi untuk segera memberitahuku.
"Hehee.. ga ada, cuma pengen aja main kesini sore sore.." ujarku.
"Hai bang Rudi, Hai mas Sudi.." Sapa Elisa.
"Deg.. deg.." Jantungku berdegup kencang, dan menatap Elisa tertegun begitu lama bagai melihat sesuatu yang indah.
"Hallooo.. bang Rudi.." panggil Elisa lagi.
Sudi dan Imah saling bertatapan kemudian mereka saling tersenyum.
"eehh.. i..iiyya.. Halo Elisa.." ujarku grogi.
"Apa kabar Elisa?" tanyaku.
"Baik bang.. Abang bagaimana kabarnya?" tanya ia balik.
"yaahh Abang gini.. gini aja.." candaku.
Tak lama Sudi dan Imah cekikikan.
"Iiihhh Abang ini, bisa bisanya aja becanda" ujar Elisa.
"Elisa.. Rudi.. kami kedalam dulu yaa.." ujar Sudi sambil menarik Imah.
"Iya nih, mau ganti pakaian dulu" tambah Imah lagi.
"Hei.. tunggulah dulu temani kami disini, kan bisa ntar ganti pakaiannya" ujarku.
"Ga lah bang, aku ga enak kalo pulang kerja ga ganti pakaian." ujar Imah.
"Oowwhh.. iyalah.." ujarku lagi
"Elisa ga ganti pakaian? ganti pakaian gih" Celetukku.
"Iiihh.. Abang ini, Lisa mana ada bawa baju. lagian ini rumah orang" ujarnya.
"Hehee.. iya juga ya.." ejekku sambil tertawa kecil.
"Btw rasanya kita ini seperti udah lama kenal yah, padahal baru dua kali jumpa." ucapku.
"Hehehe.. iya." ujarnya
Tak lama kami terdiam, dan menatap handphone masing-masing.
"Ngomong-ngomong Abang boleh nanya ga?" ucapku.
"Ga boleh.." candanya.
"Yo wisslah kalo gitu.." ujarku sambil pura-pura buang muka.
"Iihhh Abang ini, ya boleh laaahhh.." kesalnya.
"hihihi..." tawaku
"Jeleeekkk.. ga lucu.." ketusnya.
"Tuhkan.. kita seperti nya udah lama saling kenal" celetuk ku.
"Jangan marah donk, tar ilang manisnya" goda ku.
"Biarin.. Yee.. tapi katanya ada yang mau ditanyain." ucapnya.
"ngomong-ngomong dah berapa lama ngajar disekolah swasta dengan Imah?"
"Hmm.. udah 3 tahun lah bang.." ucapnya.
"trus tiap hari pulang sore kek gini.." tanyaku.
"yaahh, begitulah aktivitas kami sehari hari" ujarnya
"emang rumah Elisa dimana?" tanyaku
"hiii... mau tau atau mau tau aja.." candanya.
"mau tau lah, secara kan kasian liat lisa pulang sore-sore begini sendiri" ucapku.
"iya ga apa apalah, udah biasa pulang sendiri." ujarnya
"Lisa harus kuat dan berani" ucapnya lagi.
"Lisa tinggal di jalan Yos Sudarso ujung bang" ucapnya.
"Wadduuhhh.. Jauh juga ya perjalanannya dari Yos Sudarso ujung ke Jalan Melur ini." ujarku.
"Duuhh, kasihannya.. ga takut pulang sendiri dengan perjalanan begitu jauh."ucapku lagi.
"udah biasa bang, selama 3 tahun" ucapnya.
"Abang tinggalnya dimana?" tanya ia lagi.
"Abang tinggal di Jalan Duku, dekat jalan Nangka" ucapku.
"jauh juga ya mainnya kesini" ucap Elisa.
"Abang udah biasa main kesini, dari mas Sudi dan Elisa blom nikah lagi." ujarku.
"Malah dulu Abang sering nginap Dirumah bapaknya mas Sudi waktu mas Sudi belum nikah." ujarku lagi.
"Wah.. iya ya.. emang mas Sudi ini teman apanya bang Rudi? teman kecil atau teman sekolah?" tanya nya.
"Kami berdua teman satu sekolah, dan satu kelas tapi tidak sebangku" ucapku.
"Wah, asyik banget ya masih bisa jumpa dengan teman satu sekolah dulu" ucapnya.
"Iya donk, kami kan sohib yang tak terpisahkan." ujarku bangga.
"Btw, Abang boleh minta nomor Hp nya ga?" pintaku. "Untuk apa?" ujarnya.
"Yahh, berarti ga boleh donk" ucapku.
"Ya boleh lah bang, cuma buat apa minta nomor Elisa" ujarnya.
"Yaa.. buat silaturahmi donk, kan kita baru berteman." ujarku.
"siapa tau kita bisa chatting-chattingan berdua.. hehehe.." ucapku lagi.
"Hmmm... kasih nggak yaa. "ujarnya.
Dan Akhirnya ia memberikan nomor telfon nya ke aku. Dan kemudian kami bercerita membahas yang lain.
"Wah.. wahh.. sepertinya asyik banget ceritanya berdua, seperti udah lama saling kenal" Ujar Imah dan Sudi yang baru keluar dari dalam rumah.
"Lagi ceritai apa sih kalian, koq seru amat.." ucap Imah.
"Iisshhh.. kepo..." ujarku
Lalu Sudi tertawa, tak lama diikuti Elisa.
"Iiihh.. ya kepo laahhh.." kesal Imah.
Setelah itu akhirnya kami bercerita sama sama dan tertawa bersama.
"Ngomong-ngomong bang Rudi ga kerja hari ini?" Tanya Elisa.
"Abang tadi kerja, berhubung sekarang hari Sabtu, Kantor kami tutup setengah hari Pukul 14.00 WIB." ceritaku.
"Abang kerja dimana, koq enak banget pulangnya begitu cepat." ucapnya.
"Abang kerja di perusahaan Distributor tunggal Lampu ternama di kota kita ini." ucapku.
"Dimana kantor nya bang" tanya Elisa.
"Di Jalan Nangka" jawabku.
Tak lama Imah memotong percakapanku dengan Elisa.
"Ciiee.. Ciiee.. ada yang nanya nanya kayak detektif.." celetuk Imah.
"Ssssstttt.." ujar Elisa.
Dan akhirnya Imah dan Sudi kembali tertawa.
"Mas Sudi.. kak Arma.. Lisa pulang dulu yah.. berhubung waktu menunjukkan pukul 18.10, ntar perjalanan kerumah lagi." ujar Lisa.
"Ga disini aja dulu menjelang malam, kan disini ada bang Rudi" ujar sudi.
"nggaklah mas.. nanti mama dan papa nanyain" ujarnya.
"Oowwhh iyalah.." ucap Sudi
"Btw barengan kita yuk pulangnya, kebetulan Abang mau pulang juga" ucapku.
"Oowh.. bolehlah bang" ucap Lisa.
Tak lama kami pamitan, lalu berlalu berbarengan. Dan dipertengahan jalan kami lanjutkan bercerita untuk menghilangkan kejenuhan di perjalanan pulang.
Sesampainya di persimpangan jalan nangka ujung, kami berpisah.
"Abang belok dulu yah, kebetulan arah rumah lewat sini." ujarku
"ga apa apa kan pulang sendiri?" ujarku lagi.
"Iya ga apa apa bang" ujar Lisa.
"Hati hati dijalan, Ntar kalo ada apa apa dijalan telfon yah" tawarku.
"iya bang" ujarnya.
kemudian kami berpisah, aku belok dan Elisa nya lurus. Senang rasanya hati ini, Akhirnya bisa bercerita dan saling tukar nomor telfon.
"Aahh.. indahnya hari ini.." ujarku.